10th Anniversary
……. Sang Pemberi Cahaya
Setelah Rilis “Hariku Lebih Hitam Dari Gelapnya malam”, Restless seperti tertelan bumi, tidak ada kegiatan, kami sering ngumpul bareng terutama; saya dan Shule. Kadang-kadang bareng Dani, sekali-kali Abet suka datang, itu pun harus di telp dulu…. Kami kalau ngumpul jarang sekali ngomongin musik. Kehidupan kami secara pribadi sudah berbeda, sebagian dari kami sudah menikah, saya, Shule dan Abet. Saya saat itu baru pindah kerja ketempat kerja yang berkaitan dengan musik lagi. Karena saya merasa kangen dan cita-cita saya belum selesai dengan Restless, masih banyak hal harus kita kejar, Mengejar Mimpi.Sekitar Tahun 2009….
Saya mulai ngobrol lagi dengan Shule mengenai Restless
ini…. 1. Kondisi saat itu Shule sedang bekerja di salah satu perusahaan milik
Aa Gym, seorang Da’I Kondang. Dia bekerja dibagian Publishing Penerbitan Buku,
MQS. Makanya saya suka dapat buku gratis dari Dia, bahkan yang belum terbit
saya sudah punya… hehehehehehe, saya memang hobby membaca. …. 2. Dani
sedang sibuk-sibuknya dengan Jasad, manggung sampai Luarnegeri, sebagai
temannya saya bangga, cuman Restless jarang dia pikirkan menurut saya, saya
melihatnya dia nggak ada waktu buat ngurus Restless, mungkin kepikiran sama dia
cuman waktunya yang nggak ada… usaha pabrik Sablon kaosnya pun sedang bagus,
label Pieces Productions sedang berkembang. …
3. Abet, ini yang saya nggak tau, setau saya kami kadang ketemu di
Extend Studio tempatnya Andri, dia cukup bangga menyanding nama sebagai drummer
Restless. …. Tapi tidak pernah ngajak diskusi bagaimana si Restless ini… 4.
Raga … saya cuman tau kabarnya saja, dari Shule dan teman-temannya yang
kebetulan bertemu dengan saya, dia sibuk bekerja sama dengan berbagai artis,
bahkan dengan Erwin Gutawa Orkestra, saya cukup bangga… Saat itu Restless tidak
punya Vocalis Female… sekalinya waktu itu manggung kami pakai mala lagi… karena
nggak ada lagi aja… hahahahaha…
Mengenai Restless, membuat saya galau… ada beberapa
teman yang nanya bagaimana si Restless, saya hanya bisa diam, atau cuman
berkata bahwa kami baik-baik saja, secara Nama Restless tetap ada, cuman kami
tidak produktif sebagai sebuah band. Factor kelelahan, kenyamanan berkeluarga,
bermain sendiri-sendiri, bekerja dan banyak lagi faktornya… Restless sudah
tidak seperti dulu….
Suatu hari saya sengaja datang ke Pisces Studio buat
menemui Dani, sudah cukup lama juga saya nggak datang ke studio, studio ini
sudah berubah, bukan secara tempat tapi secara bathin, saya seperti datang ke
tempat baru, bahkan ada anak situ nanya, “Bade ka saha A….”. Hahahahaha…
padahal saya dulu tidur, makan, lompat-lompat di tempat itu. Akhirnya saya
bertemu dengan Dani, biasa ngobrol ngalor-ngidul, sampai kami membicarakan
tentang Restless, Dia bilang sibuk banget dengan Jasad, ngurus Pieces Productions,
jadi dia minta Terusin aja sama saya…
“Sok Ko, kumaneh weh teruskeun, urus, waktu urang geus
hese euy…, sugan weh ku maneh di urus mah bisa leuwih si resty “
Mudah-mudahan perkataan masih diingat sama si Dandan. J
Dari titik itu, saya berpikir harus bagaimana si
Restless ini saya jalankan… mengingat personil yang lain masih berpikir
ditempat untuk si Restless. Dalam Restless ini secara pribadi Umur kami sama,
kami sejak Bentangan Sunyi selalu Bersama, Perubahan kami karena terkena dampak
Gelombang Kehidupan saja, kalau dalam sudut pandang saya karena saya juga,
karena saya sempat menjauh dari Restless, saya nggak Mau memikirkan Restless,
tapi nama Restless ini cukup besar saya sandang, hampir semua pertemanan atau
yang mengenal saya, semua menanyakan bagaimana si Restless ini… mungkin ini
sudah menjadi jalan saya dalam bermain musik… berbagai project musik saya
mainkan, semua bermuara ke Restless. Akhirnya saya berpikir teguh, bagaimana
caranya supaya Restless bisa Aktif lagi… itu saja yang saya pikirkan…
Masa itu gelombang Internet sedang mulai berkembang
juga di Indonesia… Media Sosial yang namanya Facebook mulai ramai dibicarakan….
Akhirnya saya pun membuat Akun Facebook atau FB, banyak yang Tanya apakah saya
personil Restless? Kemana Restless? Dan Bagaimana Restless?... pertanyaan itu
sedikit mengganggu, tetapi saya ambil positifnya saja, saya waktu Kuliah
diajarkan bagaimana system SWOT, lalu saya terapkan di hidup saya saat itu…
yang mana kelemahan menjadi titik keberhasilan… hahahahahaha… saya pun nggak
tau hal itu bisa hapal… sudahlah…. Akhirnya suatu hari saya main ke rumah Shule,
saya main internet sepuasnya di rumah Shule karena dia punya akses internet
yang bagus saat itu… di tempat kerjanya, biasa kami suka ngobrol… saya bilang
sama Shule mau buat Akun Restless di FB… kata Shule buat aja… Akhirnya saya
buat… Ternyata Responnya sungguh luarbiasa, baru seminggu saya buat yang
meminta pertemanan kita sampai ratusan…. Di dinding kita banyak yang nanya
bagaimana Restless? …. Ini Hal yang Sulit….
Saya pun ngobrol dengan Restless, bagaimana ini si
Resty? Ada satu pernyataan dia yang membuat saya agak patah semangat… “Buat
saya musik mah cuman Hobby, Ko!”
“Iya le, tapi Hobby teh kudu bermanfaat” kata saya. Kami
pun ngobrol ngalor ngidul tentang Restless, mengenang semuanya yang sudah kita
lalui bersama dengan si Resty….
Saya membujuk dia supaya mau main lagi sama Restless,
hampir tiap Hari saya datang ke rumahnya sehabis pulang kerja, saya bilang
berulang-ulang, biar si Resty tetap ada aja… lihat banyak banget Follower FB
kita, dalam sebualan sudah hampir seribu orang… dan saya pernah berkata sama Shule,
lihat Purgatory, sambil main band masih bisa berdakwah, coba baca lirik-lirik
lagunya di album 7:172 (2003/Sony Musik). “Mungkin kita dengan si Restless bisa
kayak gini le…”…. Akhirnya Hati Shule Luluh juga walau sedikit terpaksa
kehidupannya saya ganggu. Akhirnya kita pun kalau ngobrol mengenai Lirik lagu…
Lirik Lagu kita nggak mungkin seperti ini, harus berkembang… kita udah punya
anak, nggak mungkin nanti suatu saat anak kita dengerin musik Restless pas baca
lirik tentang yang sedih-sedih … iya nggak….
Selanjutnya kami mengundang Raga, Alhamdulillah Respon
dia bagus, dia Datang dengan keinginan juga dengan Restless…. Selanjutnya Kami
bertiga sering diskusi mengenai Restless… sampai pada tahap saya mengusulkan
untuk membuat lagu baru… supaya Fans kita masih tau bahwa si Restless masih
ada…. Hahahahaha Gaya … Fans ya… sok Artis… Sepakat kita mulai menggarap lagu
baru….
***
Lagu baru ini saya pengen konsepnya sederhana aja,
kalau bisa ringan tidak seperti lagu Restless yang sudah sudah…. Malah saya
mengusulkan bagaimana kalau kita buat kaya konsep musik Punk yang katanya
disebut musik tiga jurus saja. Saya membuat musik dasar, dilanjutkan oleh Shule
kata dia “empat kunci saja”… “iya” kata saya sambil, ngasih tau bagian
bagiannya Intro, Song, dan Reff… semua sama kuncinya yang membedakan adalah
nantinya di Beat Drum, Groove nya harus berbeda. Teringat malam itu kami
bertiga mengkonsep lagu baru… akhirnya lagu baru sudah siap.
Hari-hari berikutnya kita mulai memikirkan cara
rekaman untuk baru ini, saya mengusulkan lagi, “sudah kita buat secara Home
Recording aja”, artinya kita ngerjain rekamannya di rumah aja, cuman Shule agak
keberatan, karena mungkin sudah terbiasa mengerjakan Rekaman lagu-lagu Restless
dikerjakan di studio rekaman. Dan untuk ke studio rekaman untuk saat itu, mana
mungkin, kondisi keuangan Restless nggak ada sama sekali, selama ini masalah
keuangan Restless tidak pernah kami ketahui, karena Dani yang ngurus itu semua,
kami cuman mikir main musik saja, Dani pintar mengelola keuangan Restless,
selama ini… kita sudah Latihan Gratis di pisces saja sudah senang, coba
bayangkan buat band seperti Restless yang jarang main atau manggung, sudah bisa
latihan gratis saja sudah bersyukur sangat, masih banyak band yang sudah
berumur tahun-an latihan saja masih udunan. Jadi buat Restless itu adalah
sebuah Rezeki. Bahkan Dani bisa menyediakan kalau kami perlu senar atau string
Gitar dan Bass, tanpa harus membeli… maksudnya kami yang beli, pihak Managemen
Restless yang membelikan. Tapi saat ini kan Posisi Dani sudah tidak Aktif lagu,
kami menyebutnya Cuti. Jadi Usul itulah yang bisa Restless kerjakan. Nah
sekarang Alatnya… Hahahahaha WTF…
Kebetulan saat itu saya bekerja di tempat Distributor
Alat Musik, dan ada Devisi produk-produk Recording, memang saat itu alatnya
belum canggih seperti sekarang, saya mulai check and recheck alat apa yang bisa
dgunakan untuk Home Recording, yang ekonomis dan bagus… Akhirnya jatuh pada
Soundcard bernama GuitarRigs merek Behringer, Alhamdulillah membantu banget
untuk membuat musik Dasar di Rumah. Sebetulnya Saya perhatikan Shule masih
belum menerima kita rekaman tidak di studio Rekaman Profesional. Tapi apa mau
dikata… saya meyakinkan lagi sama Shule , Trivium band Metalcore yang sedang
naik daun di tahun itu, melakukan Rekaman di rumah, terimakasih buat Trivium
karena mendokumentasikan proses Rekaman Shattering The Skies Above, Akhirnya
dengan berat Hati Shule mau mengerjakan lagu baru ini di rumah, rumah Shule lah
yang kita jadikan studio dadakan, hahahahaha… maaf kebisingannya …. Kami
bertiga - Shule, Raga dan Saya mengerjakan Musik dasar dari lagu baru ini.
Mulai dari tempo, riff-riff yang agak berbeda disetiap lagu, biar tidak
terdengar hanya mengandalkan empat Chord saja. Setelah beres, raga membawa
hasilnya ke rumah, yang kebetulan kita menggunakan Laptopnya raga buat Take
Gitar Musik dasar ini.
Sambil menunggu Raga mengerjakan Arransement untuk
Orkestra di rumahnya, saya dan Shule mulai diskusi mengenai lirik lagu yang
akan kita bahas dilagu baru ini. Dasarnya seperti yang saya tulis diatas… harus
ada perubahan atau gayanya pendewasaan diri, kita nggak bisa menceritakan
tentang, jatuh cinta yang bertepuk sebelah tangan, kegelapan, kesedihan dan apa
pun yang mungkin saat kita muda hal hal seperti itu sangatlah Bagus dan Hebat,
yang pasti cocok buat lagunya. Tapi atas dasar kita melihat kedalam diri kita
sendiri, bahwa kita masing-masing sudah mempunyai anak, dan tidak mungkin suatu
saat anak kita mengetahui bahwa bapaknya ini personil Restless, Penasaran,
kemudian dengar lagunya dan baca liriknya. Tidak terbayangkan sama saya hal
seperti itu, jadi Alangkah bagusnya kalau kita mulai membuat lagu yang keren
sedikit… hahahahahaha… kami pun setuju… bahkan kalau bisa kita membuat lirik
dengan sedikitnya bersentuhan dengan Agama kita masing-masing, yaitu Islam.
Tapi (juga) Liriknya tidak menggurui hanya memberitahu saja.
Sekitar Semingguan kita bertemuan lagi bertiga… Shule,
Raga dan Saya …. Kenapa jarang diceritakan mengenai si Drummer, Abet. Maaf saja
karena saat proses pembuatan lagu baru ini, kami bertigalah yang banyak
diskusi. Abet sendiri kalau sekalinya datang suka mendadak, malahan disaat kita
tidak sedang ngumpul. Sekalinya datang cuman ngajak main PS bareng Shule,
memang kedua orang itu kalau sudah main berdua, seperti satu stadion
penontonnya, Seru banget, teriakan.. teriakan.. bergema.. bahasa seperti KesBol
dan Ajig menjadi lalapan mereka berdua, saya dan Raga biasanya cuman ketawa
aja, dan membully Abet karena kalah terus sama Shule. Mereka biasa main Shutto
alias PS main Bola, kami di UjungBronx biasa menyebutnya Shutto… hahahahahaha
WTH… Abet memang sudah diberitahukan lagi bahwa kita akan Aktif lagi, seperti
biasanya dia cuman ikut saja, cuman dia ngomong kalau dia saat ini lagi di
pindahkan dinasnya dan agak sibuk, kami sih nggak masalah seperti itu, karena
memang sebanernya kami pun sedang sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing,
apa lagi saat itu saya sering keluar kota, karena pekerjaan saya yang
mengharuskan berhari-hari untuk keluar Kota. Jadi kembali lagi ke pertemuan
antara saya, Shule dan Raga… Hari itu Raga membawa hasil Arransement nya untuk
lagu baru… saya nggak percaya, lagu sederhana yang cuman empat chord itu
menjadi luarbiasa… di tambah drumnya sudah di isi, oleh temannya Raga, Yeru
Hendra Mahmeru, itu kalau nggak salah namanya… hehehehhe… lagunya sudah terasa
keren dan Padat… bahkan saat itu kami berencana mecat Abet di Gantikan oleh
Yeru… hahahahaha… paraaahhhh…. Lagu itu makin membuat saya pribadi menjadi
Semangat dan Yakin akan kebangkitan Restless. Oh ya… Abet kita Panggil buat
mendengarkan Hasil lagu baru itu, apalagi drumnya… “Bet… bisakan main drum lagu
ini… kalau nggak.. Pecatttt…” … wkwkwkwkwk… semua tertawa… itulah candaan kami
buat Abet… suatu candaan yang mengkimakan… hahahahaha…. Abet cuman jawab
“Gampang… ” … kami pun tertawa lagi…
***
Sekarang yang jadi masalah adalah….. Siapa Female
Vocal-nya… ??? Siapa lagi…
otak saya langsung berpikir, buat mencari vocalis baru… teringat Devita,
vocalis Terrible Symphony yang dulu sempat saya ajak buat jadi vocalis Restless
juga, cuman saat itu di tolak dani dan Shule karena karakternya nggak kena di
Restless. Kemudian coba ngajak ketemuan sama Devita dan Pacarnya Haris, yang
juga saya kenal baik. Cuman sayang saat itu mereka sedang merubah konsep
Terrible ke konsep yang lebih metal… Apa ya nama bandnya… Konsepnya keren
banget, Devita merubah karakter vocalnya juga dia melakukan growl di beberapa
bagian lagunya… saya kalau nggak ingat sama sedang membangun Restless, pengen
jadi pemain bass di bandnya Devita… hahhahahaha… bukannya niat mau ngajak
Devita malah pengen masuk bandnya, hehehehehe…. akhirnya niat buat ngajak Devita
batal, sebelum saya utarakan. Yaahhhh….
Tahun 2010…..
Pengerjaan lagu baru ini memang lama sekali hampir
satu tahun, ya gimana lagi karena memang kesibukan kami bertiga, lagian Konsep
dasar Managemen Restless yang sekarang adalah managemen santai, saya dan Shule
membangun kembali Restless dengan pola apa adanya saja, kalau ada yang minta
main, ya main… kalau nggak juga nggak apa apa… target kita manggung kalau bisa
1 bulan satu kali…. Hahahahaha… saya pribadi mulai lagi turun ke jalan,
mengumumkan bahwa Si Restless sudah Aktif lagi…. Memang Ketika kita Merilis
“Hariku Lebih Hitam Dari Gelapnya Malam”, sedikit mengulas sehabis Rekaman
Album ini, Situasi saya pribadi sedang tidak bagus, kondisi kena PHK…
hahahahaha… situasi yang mengkimakan… nganggur brads… dah lah gak usah dibahas…
cuman masalahnya saya jadi sedikit meninggalkan Restless, saya mencoba agak
menarik diri dulu dari Restless, saya cuman datang ke rumah Shule buat ngobrol
atau kalau ada kerjaan, sebenarnya minta kerjaan juga sama Shule… kadang pinjam
uang sama dia… pokoknya kehidupan yang paraahhh… jadi saya malah tidak tahu
kapan Album ini Rilis… Padahal Album ini menurut saya adalah masterpiece nya
Restless,… proses pengerjaan dari tahap pembuatan lagu memerlukan pengorbanan
yang tidak sedikit. Terutama saya pribadi, kadang demi Restless saya
mengorbankan waktu saya dengan keluarga, nggak tau mungkin udah bawaan kalau
saya ngerjain sesuatu harus total. Kisahnya saya ceritakan di Episode
sebelumnya ya… Masalah Pengerjaan lagu ini setelah diskusi, akhirnya kita akan
mengerjakan di exstand Studio, Studio milik Andri, teman juga guru saya. Sebuah
studio latihan yang bisa buat rekaman juga. Saat itu studionya masih
biasa-biasa saja, tapi menurut saya sudah keren, ada beberapa album band-band
underground atau indie yang lahir dari studio itu.
Kami mengerjakan lagu baru ini di Exstand dibantu sama
Andri, tapi yang menjadi operatornya adalah saya, karena andri tahu saya sudah
biasa menjalankan operasi di studio itu… jadi semua hasil Demo lagu yang kita
kerjakan di rumah Shule, proses berjalan seperti biasa, kita melakukan loading
untuk gitar, bass dan biola… semua kita kerjakan semalaman… Oh iya dalam
pengerjaan ini juga kami meng-cover lagu milik Opick “Bila Waktu”, tadinya kami
mau meng-cover lagu miliknya Peterpan cuman Gak jadi, itu saja…. Cuman lagu
milik Opick ini, tidak kita publikasikan, kami mencoba meminta ijin sama opick
tetapi tidak ada respon kelanjutannya dari pihak manajemen Opick. Cuman lama-lama bocor juga dan kemudian pada tahun
2011 secara tidak resmi lagu ini terilis. Saat pengerjaan ini kami kerjakan
sampai jam 3 subuh, lagu terakhir yaitu bila waktu, kami di bantu oleh Andri tapi bukan Andri pemilik Exstand… ini
Andri pemain keyboard, dia biasa jadi pemain keyboard tunggal gitu… tentu saja
di bantu saya juga memainkan keyboards. Akhirnya beres juga kita mengerjakan
lagu baru ini plus lagu cover miliknya Opick, Bila Waktu. Tinggal kita
mengerjakan take vocal… masih ada PR juga yaitu siapa Vocalisnya…
Oh iya, saat take Rekaman ini lah saya tahu bahwa
judul lagu dari lagu baru ini adalah “Sang Pemberi Cahaya”…. Saya baca lirik
lagu yang di buat Shule, memang untuk urusan lirik saya tidak akan ragu sama Shule,
wawasan sastranya sangat luas. Dari jaman Album Bentangan Sunyi, dial ah yang
banyak berkontribusi mengenai lirik. Kalau saya cukup di musiknya saja, atau
mengusulkan konsep tema lagu juga judul lagu.
***
Akhirnya pilihan Vocalis Female ini jatuh, ke Mala…
kita coba pakai mala lagi… waktu buat mencari Vocalis ini tidak gampang. Pertama
secara Nama, Restless sudah mulai di kenal bahkan bisa dikatakan di dunia musik
Underground atau indie terutama yang bergenre Gothic, Nama Restless sudah
menjadi pioneer untuk band Gothic. Kalau kami sih biasa-biasa aja…makanya
banyak penyanyi yang kami hubungi buat jadi vocalis kami pada nggak mau, ada
yang mau, ketika diajak nge-jam, dianya nggak datang… sama saja…. hehehehehe. Akhirnya Mala. Yang sebelumnya
sudah saya Konfirmasi melalui telpon buat mengisi vocal lagu baru ini, mala sih
meng-iya-kan saja…. Asik…
Pada saat melakukan Take Vocal, mala meminta Siang
hari… sebenarnya saya keberatan karena saya sedang kerja, tidak bisa mengikuti
take vocal tersebut. Cuman Shule lah yang bisa diminta tolong untuk mengawal acara
take vocal itu. Saat itu saya bekerja pun tidak konsentrasi, karena jiwa saya
lagi kepingin datang ke exstand buat melihat take vocal tersebut. Sampai saya
chattingan sama Shule, saat itu memakai BB (Blackberry). Menanyakan kabar semua
terjadi di studio. Sampai saya telp ke Shule, jawaban Shule adalah “Nanti aja
malam ke rumah!!”, saya pun dibuat penasaran….
Malamnya nggak sabar saya kerumah Shule, disitu ada
Raga… saya penasaran dengan apa yang terjadi tadi siang saat take vocal… lalu Shule
tanpa ngomong, dia memutarkan hasil take vocal Mala… Hasilnya membuat saya
mengerutkan dahi… “Koq begini vocalnya le?” …
“Kita nggak bisa pakai ini…” kata Shule… (maaf
sebelumnya kepada Mala…) Hasil lagunya jauh tidak seperti waktu mala Take vocal
untuk Album Shadow Of Black, jauh banget… disini vocal dia lebih cempreng, nada
tingginya nggak sampai… dan saya baru tahu kalau Mala sedang Hamil sekitar 3
atau 4 bulanan gitu… What?? Ya iya lah… dia nggak sanggup menjalankan ini
semua, kenapa Mala Ketika saya telp, dia nggak bilang lagi Hamil, kan kalau Hamil,
kita bisa ngobrol bagaimana bagusnya, dan nggak mungkin buat dia maksain
seperti yang kita inginkan. … mungkin mala mau buat kejutan buat kami, tapi
kenapa kejutan, kan bukan anak kami…. Hahahahha… ngelantur… Jadi kesimpulannya
Dengan sangat terpaksa Kita tidak bisa memakai Mala sebagai Vocalis di lagu
ini. Ya karena Taste dari lagu ini tidak bisa kami dapatkan… Kemudian saya
menghubungi Devita, meminta dia buat ngisi vocal di lagu baru itu… sambutannya
Alhamdulillah, Devita mau buat Take Vocal. Syaratnya minta waktu untuk
mempelajari lagunya, dia minta dikirim lirik dan musiknya.
Take Vocal Jilid 2…..
Ketika Devita take Vocal, syukurnya rekamannya malam,
jadi saya bisa ikutan… kami rekaman nya masih di studio Exstand, karena
tanggung aja karena kita mulai disini. Saat take vocal, saya kembali menjadi
enggeener nya, mengawal vocalnya Devita… tak kuduga, ternyata lagu tersebut
bisa nge-blend dengan vocal Devita. Malah Devita memberikan Nada-nada yang
sebelumnya nggak saya pikirkan buat lagu ini… dia tahu bagaimana menjadi
Vocalis… tidak hanya bisa bernyanyi saja, tapi inilah yang disebut teknik. Lagu
Sang Pemberi Cahaya dapat dia nyanyikan dengan mulus, kemudian saya suruh ngisi
lagu cover Bila Waktu… Tadinya dia nolak, cuman sedikit di rayu akhirnya mau dia…
cuman kata dia, dia merasa merinding buat Take lagu tersebut. Kata dia “buat
nyanyi lagu sang pemberi cahaya… saya, membaca liriknya saja sudah merinding,
sekarang malah disuruh nyanyi lagu Bila Waktu….”, hehehehe sorry sist…
Alhamdulillah Dua lagu tersebut sudah selesai di Take oleh Devita… Terimakasih
Banget… selama proses rekaman lagu tersebut, saya, Devita dan Haris ngobrol…
kenapa? Katanya lagu Restless liriknya jadi seperti ini, penjelasan saya adalah
Pendewasaan saja itu saja… hahahahaha. Akhirnya Lagu Sang Pemberi Cahaya
Selesai… plus lagu Cover pertama yang kami buat… Alhamdullilah….
Catatan kecil:
Lagu “Bila Waktu”, adalah
lagu Cover pertama yang Restless buat, sebelumnya kita memang sedang memikirkan
lagu apa yang ingin kami bawakan diluar lagu sendiri, atau mengcover lagu. Ada beberapa lagu yang jadi perbincangan antara
saya, Shule, dan Raga, lagu mana yang di pilih, 1. Lagu Peterpan “Taka da yang
Abadi”. Tidak jadi karena pasti akan repot untuk ngurus ijinnya sama Peterpan
atau ke Musika sebagai lebel records…… 2. Lagunya Opick, pertama karena Opick
membawakan lagu religi, cocok dengan konsep kita saat ini. Lagu Opick pun ada
dua, satu lagu lagi adalah Cinta Setulus Jiwa. Cuman Kurang gereget aja, karena
Arransemen terlalu modern. Sebearnya saya pribadi suka dengan musik yang
menggunakan looping seperti itu, tapi Shule dan Raga kurang setuju. Jadi “Bila
Waktu” saja yang dipilih buat di cover. Sebenarnya dulu kami sempat mau
mengcover lagu miliknya Iwan Fals berjudul “Lingkaran Hening”, cuman nggak
jadi-jadi, padahal Shule udah ngulik-ngulik, cuman nggak nyambung aja sama
personil lain, kalau saya cuman nunggu, mungkin karena nggak ada respon sama
yang lain jadi di males kali mang ule nya…. Hehehehehe.
***
Setelah Lagu “Sang Pemberi Cahaya” jadi, utuh menjadi
lagu, Hasilnya saya suka banget, benar-benar nggak nyangka, lagu yang sederhana
menjadi lagu yang mewah. Terimakasih Buat Shule dan Raga yang bisa bekerjasama
membuat hasil lagu menjadi seperti ini. Devita atas sumbangsih suaranya yang
merdu untuk lagu ini. Yeru buat beat dan Groove nya keren banget terutama di
lagu Bila Waktu…. Sold out banget… Kenapa saya bahagia banget dengan beres nya
lagu ini. Karena inilah lagu yang menjadi Titik Awal buat Restless untuk
bangkit lagi setelah tertidur cukup lama dari tahun 2006 sampai lagu ini jadi
2010. Sebenarnya kami tidak pernah Hiatus atau rehat, karena kami masih suka
ngumpul walau jarang ngomongin masalah Band, kami masih suka Buka bersama kalau
bulan Puasa, melakukan Halal Bihalal, atau syukuran lainnya. Bagi saya pribadi
Restless bukan hanya sebuah band tapi sebuah Keluarga, secara tidak langsung
kita saling bantu walau hanya sekedar memberi semangat. Ini adalah keluarga
saya juga.
Sang Pemberi Cahaya, benar-benar memberikan sebuah
Cahaya untuk perjalanan Restless, Kedewasaan kami dalam membangun sebuah band,
menjadi kekuatan kami. Apa pun yang nanti di capai oleh Restless walau tidak
seperti Band lainnya, tidak menjadi masalah, setiap Band mempunyai
pencapaiannya sendiri-sendiri, kesuksesan sebuah Band tidak bisa diukur,
menurut saya Kesuksesan adalah sebuah Cerita bagi Kita yang mengalami dan
Orang-orang menceritakannya lagi, baik buruk terserah mereka.
Lagu Sang Pemberi Cahaya, akhirnya di Mixing ulang dan
di Mastering Oleh Oteng Zoteng gitaris Forgotten yang juga seorang engineered
handal yang sudah banyak membidani banyak band-band Metal. Dan hasilnya jauh
melebihi ekspetasi saya dengan lagu ini… sangat bagus sekali, sepertinya Oteng
sudah tahu dan harus dibagaimanakan lagu Restless ini… Terimakasih juga buat
Oteng, Hasil Mixingnya keren banget.
Karena Restless masih belum punya modal lebih buat
merilis Lagu ini menjadi sebuah rilisan Fisik, pengen sih keinginan saya buat
merilisnya, tapi bagaimana lagi… Akhirnya Saya dan Shule merilis lagu ini
secara Digital, digitalnyapun Gratisan…. Ya sudah… Akhirnya Lagu itu di Rilis,
yang menurut saya sebenarnya sayang kalau hanya di Rilis secara gratisan dan tanpa
ada lunching perilisan, cuman karena kondisi Restless saat itu sedang tidak
memiliki apa-apa untuk melakukan semua ini. Tapi dengan seperti ini pun saya
sudah senang, berarti Restless sudah Aktif lagi…. Tinggal mencari Female Vocal.
* * *
Responnya adalah Alhamdulillah Lagu ini bisa diterima
oleh para penikmat musik Restless. Barbagai respon positif kami terima. Dan
mulai merubah image Restless menjadi band Religi, walau pun Kami tidak seperti
itu… Restless adalah Restless.
Sang Pemberi Cahaya
Akankah Cintaku dini berlabuh
Dalam garis gelap atau ruang yang terang
Berjuta Nista yang telah Kutulis
Melebur di Dinding Gelap hatiku
Izinkanlah hatiku dalam Ridho-Mu
Walau ku Mahluk Hina dihadapan-Mu
Setelah lama Tersesat nafsu Jiwa
Ku Ingin Bersujud di Atas Asma-Mu
Wahai Pemberi Cahaya Teguhkan Imanku
Lindungi Diri ini dari Gelapnya Dunia
Wahai Pemberi Cahaya Terangi Langkahku
Agar kudapat selalu Dalam Jalan-MU
Yaa Rabbi Terangi
Bathinku…..
Words : Sulaeman
Musik : Eko Dewo, Sulaeman, Raga Dipa
Orchestra Arransement : Raga Dipa
Kredit:
Sulaeman : All Guitars
Eko Dewo : Bass, Keyboards
Raga Dipa : Violin Strings
Devita : Additional Vocal
Yeru Hendra Mahmeru : Additional Drums
Andri : Additional Keyboards
Studio: Exstand Studio
Engeenered : Andri dan Eko Dewo
Mixing dan Mastering : Toteng Forgotten
Label : Restless Official
Epilog:
dilakukan oleh saya pribadi... Semua melalui mata saya semua...
mencoba mengingat-ingat kejadian-kejadian yang pernah terjadi,
mungkin dalam penglihatan personil Restless yang lain saat itu,
akan berbeda lagi Ceritanya...
mohon maaf bila ada kata-kata yang salah atau menyinggung
perasaan teman-teman semua...
saya hanya mencoba berbagi pengalaman dan mungkin menjadi
"Warisan" untuk Anak dan Cucu saya....
Ini adalah sepenggal Kisah yang pernah nyata saya lakukan bersama
saudara-saudara saya di Restless ....
tertawa, sedih, suka dan duka ....
Sebagai Sebuah Band yang menjadi keluarga...
The Show Musst Go On .... StayGoth Salawasna.
10th Anniversary of "Sang Pemberi Cahaya"
Link: https://www.4shared.com/office/TN8iPppCiq/10th_Anniversary_Sang_Pemberi_.html
#RestlessUnToldStories


