Senin, 12 Oktober 2020

10th Anniversary ……. Sang Pemberi Cahaya (Restless UntoldStories)

 10th Anniversary 

 ……. Sang Pemberi Cahaya

Setelah Rilis “Hariku Lebih Hitam Dari Gelapnya malam”, Restless seperti tertelan bumi, tidak ada kegiatan, kami sering ngumpul bareng terutama; saya dan Shule. Kadang-kadang bareng Dani, sekali-kali Abet suka datang, itu pun harus di telp dulu…. Kami kalau ngumpul jarang sekali ngomongin musik. Kehidupan kami secara pribadi sudah berbeda, sebagian dari kami sudah menikah, saya, Shule dan Abet. Saya saat itu baru pindah kerja ketempat kerja yang berkaitan dengan musik lagi. Karena saya merasa kangen dan cita-cita saya belum selesai dengan Restless, masih banyak hal harus kita kejar, Mengejar Mimpi.


Sekitar Tahun 2009….

Saya mulai ngobrol lagi dengan Shule mengenai Restless ini…. 1. Kondisi saat itu Shule sedang bekerja di salah satu perusahaan milik Aa Gym, seorang Da’I Kondang. Dia bekerja dibagian Publishing Penerbitan Buku, MQS. Makanya saya suka dapat buku gratis dari Dia, bahkan yang belum terbit saya sudah punya… hehehehehehe, saya memang hobby membaca. ….  2. Dani  sedang sibuk-sibuknya dengan Jasad, manggung sampai Luarnegeri, sebagai temannya saya bangga, cuman Restless jarang dia pikirkan menurut saya, saya melihatnya dia nggak ada waktu buat ngurus Restless, mungkin kepikiran sama dia cuman waktunya yang nggak ada… usaha pabrik Sablon kaosnya pun sedang bagus, label Pieces Productions sedang berkembang. …  3. Abet, ini yang saya nggak tau, setau saya kami kadang ketemu di Extend Studio tempatnya Andri, dia cukup bangga menyanding nama sebagai drummer Restless. …. Tapi tidak pernah ngajak diskusi bagaimana si Restless ini… 4. Raga … saya cuman tau kabarnya saja, dari Shule dan teman-temannya yang kebetulan bertemu dengan saya, dia sibuk bekerja sama dengan berbagai artis, bahkan dengan Erwin Gutawa Orkestra, saya cukup bangga… Saat itu Restless tidak punya Vocalis Female… sekalinya waktu itu manggung kami pakai mala lagi… karena nggak ada lagi aja… hahahahaha…

Mengenai Restless, membuat saya galau… ada beberapa teman yang nanya bagaimana si Restless, saya hanya bisa diam, atau cuman berkata bahwa kami baik-baik saja, secara Nama Restless tetap ada, cuman kami tidak produktif sebagai sebuah band. Factor kelelahan, kenyamanan berkeluarga, bermain sendiri-sendiri, bekerja dan banyak lagi faktornya… Restless sudah tidak seperti dulu….

Suatu hari saya sengaja datang ke Pisces Studio buat menemui Dani, sudah cukup lama juga saya nggak datang ke studio, studio ini sudah berubah, bukan secara tempat tapi secara bathin, saya seperti datang ke tempat baru, bahkan ada anak situ nanya, “Bade ka saha A….”. Hahahahaha… padahal saya dulu tidur, makan, lompat-lompat di tempat itu. Akhirnya saya bertemu dengan Dani, biasa ngobrol ngalor-ngidul, sampai kami membicarakan tentang Restless, Dia bilang sibuk banget dengan Jasad, ngurus Pieces Productions, jadi dia minta Terusin aja sama saya…

“Sok Ko, kumaneh weh teruskeun, urus, waktu urang geus hese euy…, sugan weh ku maneh di urus mah bisa leuwih si resty “

Mudah-mudahan perkataan masih diingat sama si Dandan. J

Dari titik itu, saya berpikir harus bagaimana si Restless ini saya jalankan… mengingat personil yang lain masih berpikir ditempat untuk si Restless. Dalam Restless ini secara pribadi Umur kami sama, kami sejak Bentangan Sunyi selalu Bersama, Perubahan kami karena terkena dampak Gelombang Kehidupan saja, kalau dalam sudut pandang saya karena saya juga, karena saya sempat menjauh dari Restless, saya nggak Mau memikirkan Restless, tapi nama Restless ini cukup besar saya sandang, hampir semua pertemanan atau yang mengenal saya, semua menanyakan bagaimana si Restless ini… mungkin ini sudah menjadi jalan saya dalam bermain musik… berbagai project musik saya mainkan, semua bermuara ke Restless. Akhirnya saya berpikir teguh, bagaimana caranya supaya Restless bisa Aktif lagi… itu saja yang saya pikirkan…

Masa itu gelombang Internet sedang mulai berkembang juga di Indonesia… Media Sosial yang namanya Facebook mulai ramai dibicarakan…. Akhirnya saya pun membuat Akun Facebook atau FB, banyak yang Tanya apakah saya personil Restless? Kemana Restless? Dan Bagaimana Restless?... pertanyaan itu sedikit mengganggu, tetapi saya ambil positifnya saja, saya waktu Kuliah diajarkan bagaimana system SWOT, lalu saya terapkan di hidup saya saat itu… yang mana kelemahan menjadi titik keberhasilan… hahahahahaha… saya pun nggak tau hal itu bisa hapal… sudahlah…. Akhirnya suatu hari saya main ke rumah Shule, saya main internet sepuasnya di rumah Shule karena dia punya akses internet yang bagus saat itu… di tempat kerjanya, biasa kami suka ngobrol… saya bilang sama Shule mau buat Akun Restless di FB… kata Shule buat aja… Akhirnya saya buat… Ternyata Responnya sungguh luarbiasa, baru seminggu saya buat yang meminta pertemanan kita sampai ratusan…. Di dinding kita banyak yang nanya bagaimana Restless? …. Ini Hal yang Sulit….

Saya pun ngobrol dengan Restless, bagaimana ini si Resty? Ada satu pernyataan dia yang membuat saya agak patah semangat… “Buat saya musik mah cuman Hobby, Ko!”

“Iya le, tapi Hobby teh kudu bermanfaat” kata saya. Kami pun ngobrol ngalor ngidul tentang Restless, mengenang semuanya yang sudah kita lalui bersama dengan si Resty….

Saya membujuk dia supaya mau main lagi sama Restless, hampir tiap Hari saya datang ke rumahnya sehabis pulang kerja, saya bilang berulang-ulang, biar si Resty tetap ada aja… lihat banyak banget Follower FB kita, dalam sebualan sudah hampir seribu orang… dan saya pernah berkata sama Shule, lihat Purgatory, sambil main band masih bisa berdakwah, coba baca lirik-lirik lagunya di album 7:172 (2003/Sony Musik). “Mungkin kita dengan si Restless bisa kayak gini le…”…. Akhirnya Hati Shule Luluh juga walau sedikit terpaksa kehidupannya saya ganggu. Akhirnya kita pun kalau ngobrol mengenai Lirik lagu… Lirik Lagu kita nggak mungkin seperti ini, harus berkembang… kita udah punya anak, nggak mungkin nanti suatu saat anak kita dengerin musik Restless pas baca lirik tentang yang sedih-sedih … iya nggak….

Selanjutnya kami mengundang Raga, Alhamdulillah Respon dia bagus, dia Datang dengan keinginan juga dengan Restless…. Selanjutnya Kami bertiga sering diskusi mengenai Restless… sampai pada tahap saya mengusulkan untuk membuat lagu baru… supaya Fans kita masih tau bahwa si Restless masih ada…. Hahahahaha Gaya … Fans ya… sok Artis… Sepakat kita mulai menggarap lagu baru….

***

Lagu baru ini saya pengen konsepnya sederhana aja, kalau bisa ringan tidak seperti lagu Restless yang sudah sudah…. Malah saya mengusulkan bagaimana kalau kita buat kaya konsep musik Punk yang katanya disebut musik tiga jurus saja. Saya membuat musik dasar, dilanjutkan oleh Shule kata dia “empat kunci saja”… “iya” kata saya sambil, ngasih tau bagian bagiannya Intro, Song, dan Reff… semua sama kuncinya yang membedakan adalah nantinya di Beat Drum, Groove nya harus berbeda. Teringat malam itu kami bertiga mengkonsep lagu baru… akhirnya lagu baru sudah siap.

Hari-hari berikutnya kita mulai memikirkan cara rekaman untuk baru ini, saya mengusulkan lagi, “sudah kita buat secara Home Recording aja”, artinya kita ngerjain rekamannya di rumah aja, cuman Shule agak keberatan, karena mungkin sudah terbiasa mengerjakan Rekaman lagu-lagu Restless dikerjakan di studio rekaman. Dan untuk ke studio rekaman untuk saat itu, mana mungkin, kondisi keuangan Restless nggak ada sama sekali, selama ini masalah keuangan Restless tidak pernah kami ketahui, karena Dani yang ngurus itu semua, kami cuman mikir main musik saja, Dani pintar mengelola keuangan Restless, selama ini… kita sudah Latihan Gratis di pisces saja sudah senang, coba bayangkan buat band seperti Restless yang jarang main atau manggung, sudah bisa latihan gratis saja sudah bersyukur sangat, masih banyak band yang sudah berumur tahun-an latihan saja masih udunan. Jadi buat Restless itu adalah sebuah Rezeki. Bahkan Dani bisa menyediakan kalau kami perlu senar atau string Gitar dan Bass, tanpa harus membeli… maksudnya kami yang beli, pihak Managemen Restless yang membelikan. Tapi saat ini kan Posisi Dani sudah tidak Aktif lagu, kami menyebutnya Cuti. Jadi Usul itulah yang bisa Restless kerjakan. Nah sekarang Alatnya… Hahahahaha WTF…

Kebetulan saat itu saya bekerja di tempat Distributor Alat Musik, dan ada Devisi produk-produk Recording, memang saat itu alatnya belum canggih seperti sekarang, saya mulai check and recheck alat apa yang bisa dgunakan untuk Home Recording, yang ekonomis dan bagus… Akhirnya jatuh pada Soundcard bernama GuitarRigs merek Behringer, Alhamdulillah membantu banget untuk membuat musik Dasar di Rumah. Sebetulnya Saya perhatikan Shule masih belum menerima kita rekaman tidak di studio Rekaman Profesional. Tapi apa mau dikata… saya meyakinkan lagi sama Shule , Trivium band Metalcore yang sedang naik daun di tahun itu, melakukan Rekaman di rumah, terimakasih buat Trivium karena mendokumentasikan proses Rekaman Shattering The Skies Above, Akhirnya dengan berat Hati Shule mau mengerjakan lagu baru ini di rumah, rumah Shule lah yang kita jadikan studio dadakan, hahahahaha… maaf kebisingannya …. Kami bertiga - Shule, Raga dan Saya mengerjakan Musik dasar dari lagu baru ini. Mulai dari tempo, riff-riff yang agak berbeda disetiap lagu, biar tidak terdengar hanya mengandalkan empat Chord saja. Setelah beres, raga membawa hasilnya ke rumah, yang kebetulan kita menggunakan Laptopnya raga buat Take Gitar Musik dasar ini.

Sambil menunggu Raga mengerjakan Arransement untuk Orkestra di rumahnya, saya dan Shule mulai diskusi mengenai lirik lagu yang akan kita bahas dilagu baru ini. Dasarnya seperti yang saya tulis diatas… harus ada perubahan atau gayanya pendewasaan diri, kita nggak bisa menceritakan tentang, jatuh cinta yang bertepuk sebelah tangan, kegelapan, kesedihan dan apa pun yang mungkin saat kita muda hal hal seperti itu sangatlah Bagus dan Hebat, yang pasti cocok buat lagunya. Tapi atas dasar kita melihat kedalam diri kita sendiri, bahwa kita masing-masing sudah mempunyai anak, dan tidak mungkin suatu saat anak kita mengetahui bahwa bapaknya ini personil Restless, Penasaran, kemudian dengar lagunya dan baca liriknya. Tidak terbayangkan sama saya hal seperti itu, jadi Alangkah bagusnya kalau kita mulai membuat lagu yang keren sedikit… hahahahahaha… kami pun setuju… bahkan kalau bisa kita membuat lirik dengan sedikitnya bersentuhan dengan Agama kita masing-masing, yaitu Islam. Tapi (juga) Liriknya tidak menggurui hanya memberitahu saja.

Sekitar Semingguan kita bertemuan lagi bertiga… Shule, Raga dan Saya …. Kenapa jarang diceritakan mengenai si Drummer, Abet. Maaf saja karena saat proses pembuatan lagu baru ini, kami bertigalah yang banyak diskusi. Abet sendiri kalau sekalinya datang suka mendadak, malahan disaat kita tidak sedang ngumpul. Sekalinya datang cuman ngajak main PS bareng Shule, memang kedua orang itu kalau sudah main berdua, seperti satu stadion penontonnya, Seru banget, teriakan.. teriakan.. bergema.. bahasa seperti KesBol dan Ajig menjadi lalapan mereka berdua, saya dan Raga biasanya cuman ketawa aja, dan membully Abet karena kalah terus sama Shule. Mereka biasa main Shutto alias PS main Bola, kami di UjungBronx biasa menyebutnya Shutto… hahahahahaha WTH… Abet memang sudah diberitahukan lagi bahwa kita akan Aktif lagi, seperti biasanya dia cuman ikut saja, cuman dia ngomong kalau dia saat ini lagi di pindahkan dinasnya dan agak sibuk, kami sih nggak masalah seperti itu, karena memang sebanernya kami pun sedang sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing, apa lagi saat itu saya sering keluar kota, karena pekerjaan saya yang mengharuskan berhari-hari untuk keluar Kota. Jadi kembali lagi ke pertemuan antara saya, Shule dan Raga… Hari itu Raga membawa hasil Arransement nya untuk lagu baru… saya nggak percaya, lagu sederhana yang cuman empat chord itu menjadi luarbiasa… di tambah drumnya sudah di isi, oleh temannya Raga, Yeru Hendra Mahmeru, itu kalau nggak salah namanya… hehehehhe… lagunya sudah terasa keren dan Padat… bahkan saat itu kami berencana mecat Abet di Gantikan oleh Yeru… hahahahaha… paraaahhhh…. Lagu itu makin membuat saya pribadi menjadi Semangat dan Yakin akan kebangkitan Restless. Oh ya… Abet kita Panggil buat mendengarkan Hasil lagu baru itu, apalagi drumnya… “Bet… bisakan main drum lagu ini… kalau nggak.. Pecatttt…” … wkwkwkwkwk… semua tertawa… itulah candaan kami buat Abet… suatu candaan yang mengkimakan… hahahahaha…. Abet cuman jawab “Gampang… ” … kami pun tertawa lagi…

***

Sekarang yang jadi masalah adalah….. Siapa Female Vocal-nya… ???                                    Siapa lagi… otak saya langsung berpikir, buat mencari vocalis baru… teringat Devita, vocalis Terrible Symphony yang dulu sempat saya ajak buat jadi vocalis Restless juga, cuman saat itu di tolak dani dan Shule karena karakternya nggak kena di Restless. Kemudian coba ngajak ketemuan sama Devita dan Pacarnya Haris, yang juga saya kenal baik. Cuman sayang saat itu mereka sedang merubah konsep Terrible ke konsep yang lebih metal… Apa ya nama bandnya… Konsepnya keren banget, Devita merubah karakter vocalnya juga dia melakukan growl di beberapa bagian lagunya… saya kalau nggak ingat sama sedang membangun Restless, pengen jadi pemain bass di bandnya Devita… hahhahahaha… bukannya niat mau ngajak Devita malah pengen masuk bandnya, hehehehehe…. akhirnya niat buat ngajak Devita batal, sebelum saya utarakan. Yaahhhh….

Tahun 2010…..

Pengerjaan lagu baru ini memang lama sekali hampir satu tahun, ya gimana lagi karena memang kesibukan kami bertiga, lagian Konsep dasar Managemen Restless yang sekarang adalah managemen santai, saya dan Shule membangun kembali Restless dengan pola apa adanya saja, kalau ada yang minta main, ya main… kalau nggak juga nggak apa apa… target kita manggung kalau bisa 1 bulan satu kali…. Hahahahaha… saya pribadi mulai lagi turun ke jalan, mengumumkan bahwa Si Restless sudah Aktif lagi…. Memang Ketika kita Merilis “Hariku Lebih Hitam Dari Gelapnya Malam”, sedikit mengulas sehabis Rekaman Album ini, Situasi saya pribadi sedang tidak bagus, kondisi kena PHK… hahahahaha… situasi yang mengkimakan… nganggur brads… dah lah gak usah dibahas… cuman masalahnya saya jadi sedikit meninggalkan Restless, saya mencoba agak menarik diri dulu dari Restless, saya cuman datang ke rumah Shule buat ngobrol atau kalau ada kerjaan, sebenarnya minta kerjaan juga sama Shule… kadang pinjam uang sama dia… pokoknya kehidupan yang paraahhh… jadi saya malah tidak tahu kapan Album ini Rilis… Padahal Album ini menurut saya adalah masterpiece nya Restless,… proses pengerjaan dari tahap pembuatan lagu memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit. Terutama saya pribadi, kadang demi Restless saya mengorbankan waktu saya dengan keluarga, nggak tau mungkin udah bawaan kalau saya ngerjain sesuatu harus total. Kisahnya saya ceritakan di Episode sebelumnya ya… Masalah Pengerjaan lagu ini setelah diskusi, akhirnya kita akan mengerjakan di exstand Studio, Studio milik Andri, teman juga guru saya. Sebuah studio latihan yang bisa buat rekaman juga. Saat itu studionya masih biasa-biasa saja, tapi menurut saya sudah keren, ada beberapa album band-band underground atau indie yang lahir dari studio itu.

Kami mengerjakan lagu baru ini di Exstand dibantu sama Andri, tapi yang menjadi operatornya adalah saya, karena andri tahu saya sudah biasa menjalankan operasi di studio itu… jadi semua hasil Demo lagu yang kita kerjakan di rumah Shule, proses berjalan seperti biasa, kita melakukan loading untuk gitar, bass dan biola… semua kita kerjakan semalaman… Oh iya dalam pengerjaan ini juga kami meng-cover lagu milik Opick “Bila Waktu”, tadinya kami mau meng-cover lagu miliknya Peterpan cuman Gak jadi, itu saja…. Cuman lagu milik Opick ini, tidak kita publikasikan, kami mencoba meminta ijin sama opick tetapi tidak ada respon kelanjutannya dari pihak manajemen Opick. Cuman  lama-lama bocor juga dan kemudian pada tahun 2011 secara tidak resmi lagu ini terilis. Saat pengerjaan ini kami kerjakan sampai jam 3 subuh, lagu terakhir yaitu bila waktu, kami di bantu oleh  Andri tapi bukan Andri pemilik Exstand… ini Andri pemain keyboard, dia biasa jadi pemain keyboard tunggal gitu… tentu saja di bantu saya juga memainkan keyboards. Akhirnya beres juga kita mengerjakan lagu baru ini plus lagu cover miliknya Opick, Bila Waktu. Tinggal kita mengerjakan take vocal… masih ada PR juga yaitu siapa Vocalisnya…

Oh iya, saat take Rekaman ini lah saya tahu bahwa judul lagu dari lagu baru ini adalah “Sang Pemberi Cahaya”…. Saya baca lirik lagu yang di buat Shule, memang untuk urusan lirik saya tidak akan ragu sama Shule, wawasan sastranya sangat luas. Dari jaman Album Bentangan Sunyi, dial ah yang banyak berkontribusi mengenai lirik. Kalau saya cukup di musiknya saja, atau mengusulkan konsep tema lagu juga judul lagu.

***

Akhirnya pilihan Vocalis Female ini jatuh, ke Mala… kita coba pakai mala lagi… waktu buat mencari Vocalis ini tidak gampang. Pertama secara Nama, Restless sudah mulai di kenal bahkan bisa dikatakan di dunia musik Underground atau indie terutama yang bergenre Gothic, Nama Restless sudah menjadi pioneer untuk band Gothic. Kalau kami sih biasa-biasa aja…makanya banyak penyanyi yang kami hubungi buat jadi vocalis kami pada nggak mau, ada yang mau, ketika diajak nge-jam, dianya nggak datang… sama saja….  hehehehehe. Akhirnya Mala. Yang sebelumnya sudah saya Konfirmasi melalui telpon buat mengisi vocal lagu baru ini, mala sih meng-iya-kan saja…. Asik…

Pada saat melakukan Take Vocal, mala meminta Siang hari… sebenarnya saya keberatan karena saya sedang kerja, tidak bisa mengikuti take vocal tersebut. Cuman Shule lah yang bisa diminta tolong untuk mengawal acara take vocal itu. Saat itu saya bekerja pun tidak konsentrasi, karena jiwa saya lagi kepingin datang ke exstand buat melihat take vocal tersebut. Sampai saya chattingan sama Shule, saat itu memakai BB (Blackberry). Menanyakan kabar semua terjadi di studio. Sampai saya telp ke Shule, jawaban Shule adalah “Nanti aja malam ke rumah!!”, saya pun dibuat penasaran….

Malamnya nggak sabar saya kerumah Shule, disitu ada Raga… saya penasaran dengan apa yang terjadi tadi siang saat take vocal… lalu Shule tanpa ngomong, dia memutarkan hasil take vocal Mala… Hasilnya membuat saya mengerutkan dahi… “Koq begini vocalnya le?” …

“Kita nggak bisa pakai ini…” kata Shule… (maaf sebelumnya kepada Mala…) Hasil lagunya jauh tidak seperti waktu mala Take vocal untuk Album Shadow Of Black, jauh banget… disini vocal dia lebih cempreng, nada tingginya nggak sampai… dan saya baru tahu kalau Mala sedang Hamil sekitar 3 atau 4 bulanan gitu… What?? Ya iya lah… dia nggak sanggup menjalankan ini semua, kenapa Mala Ketika saya telp, dia nggak bilang lagi Hamil, kan kalau Hamil, kita bisa ngobrol bagaimana bagusnya, dan nggak mungkin buat dia maksain seperti yang kita inginkan. … mungkin mala mau buat kejutan buat kami, tapi kenapa kejutan, kan bukan anak kami…. Hahahahha… ngelantur… Jadi kesimpulannya Dengan sangat terpaksa Kita tidak bisa memakai Mala sebagai Vocalis di lagu ini. Ya karena Taste dari lagu ini tidak bisa kami dapatkan… Kemudian saya menghubungi Devita, meminta dia buat ngisi vocal di lagu baru itu… sambutannya Alhamdulillah, Devita mau buat Take Vocal. Syaratnya minta waktu untuk mempelajari lagunya, dia minta dikirim lirik dan musiknya.

Take Vocal Jilid 2…..

Ketika Devita take Vocal, syukurnya rekamannya malam, jadi saya bisa ikutan… kami rekaman nya masih di studio Exstand, karena tanggung aja karena kita mulai disini. Saat take vocal, saya kembali menjadi enggeener nya, mengawal vocalnya Devita… tak kuduga, ternyata lagu tersebut bisa nge-blend dengan vocal Devita. Malah Devita memberikan Nada-nada yang sebelumnya nggak saya pikirkan buat lagu ini… dia tahu bagaimana menjadi Vocalis… tidak hanya bisa bernyanyi saja, tapi inilah yang disebut teknik. Lagu Sang Pemberi Cahaya dapat dia nyanyikan dengan mulus, kemudian saya suruh ngisi lagu cover Bila Waktu… Tadinya dia nolak, cuman sedikit di rayu akhirnya mau dia… cuman kata dia, dia merasa merinding buat Take lagu tersebut. Kata dia “buat nyanyi lagu sang pemberi cahaya… saya, membaca liriknya saja sudah merinding, sekarang malah disuruh nyanyi lagu Bila Waktu….”, hehehehe sorry sist… Alhamdulillah Dua lagu tersebut sudah selesai di Take oleh Devita… Terimakasih Banget… selama proses rekaman lagu tersebut, saya, Devita dan Haris ngobrol… kenapa? Katanya lagu Restless liriknya jadi seperti ini, penjelasan saya adalah Pendewasaan saja itu saja… hahahahaha. Akhirnya Lagu Sang Pemberi Cahaya Selesai… plus lagu Cover pertama yang kami buat… Alhamdullilah….

 

Catatan kecil:

Lagu “Bila Waktu”, adalah lagu Cover pertama yang Restless buat, sebelumnya kita memang sedang memikirkan lagu apa yang ingin kami bawakan diluar lagu sendiri, atau mengcover lagu. Ada  beberapa lagu yang jadi perbincangan antara saya, Shule, dan Raga, lagu mana yang di pilih, 1. Lagu Peterpan “Taka da yang Abadi”. Tidak jadi karena pasti akan repot untuk ngurus ijinnya sama Peterpan atau ke Musika sebagai lebel records…… 2. Lagunya Opick, pertama karena Opick membawakan lagu religi, cocok dengan konsep kita saat ini. Lagu Opick pun ada dua, satu lagu lagi adalah Cinta Setulus Jiwa. Cuman Kurang gereget aja, karena Arransemen terlalu modern. Sebearnya saya pribadi suka dengan musik yang menggunakan looping seperti itu, tapi Shule dan Raga kurang setuju. Jadi “Bila Waktu” saja yang dipilih buat di cover. Sebenarnya dulu kami sempat mau mengcover lagu miliknya Iwan Fals berjudul “Lingkaran Hening”, cuman nggak jadi-jadi, padahal Shule udah ngulik-ngulik, cuman nggak nyambung aja sama personil lain, kalau saya cuman nunggu, mungkin karena nggak ada respon sama yang lain jadi di males kali mang ule nya…. Hehehehehe.

***

Setelah Lagu “Sang Pemberi Cahaya” jadi, utuh menjadi lagu, Hasilnya saya suka banget, benar-benar nggak nyangka, lagu yang sederhana menjadi lagu yang mewah. Terimakasih Buat Shule dan Raga yang bisa bekerjasama membuat hasil lagu menjadi seperti ini. Devita atas sumbangsih suaranya yang merdu untuk lagu ini. Yeru buat beat dan Groove nya keren banget terutama di lagu Bila Waktu…. Sold out banget… Kenapa saya bahagia banget dengan beres nya lagu ini. Karena inilah lagu yang menjadi Titik Awal buat Restless untuk bangkit lagi setelah tertidur cukup lama dari tahun 2006 sampai lagu ini jadi 2010. Sebenarnya kami tidak pernah Hiatus atau rehat, karena kami masih suka ngumpul walau jarang ngomongin masalah Band, kami masih suka Buka bersama kalau bulan Puasa, melakukan Halal Bihalal, atau syukuran lainnya. Bagi saya pribadi Restless bukan hanya sebuah band tapi sebuah Keluarga, secara tidak langsung kita saling bantu walau hanya sekedar memberi semangat. Ini adalah keluarga saya juga.

Sang Pemberi Cahaya, benar-benar memberikan sebuah Cahaya untuk perjalanan Restless, Kedewasaan kami dalam membangun sebuah band, menjadi kekuatan kami. Apa pun yang nanti di capai oleh Restless walau tidak seperti Band lainnya, tidak menjadi masalah, setiap Band mempunyai pencapaiannya sendiri-sendiri, kesuksesan sebuah Band tidak bisa diukur, menurut saya Kesuksesan adalah sebuah Cerita bagi Kita yang mengalami dan Orang-orang menceritakannya lagi, baik buruk terserah mereka.

Lagu Sang Pemberi Cahaya, akhirnya di Mixing ulang dan di Mastering Oleh Oteng Zoteng gitaris Forgotten yang juga seorang engineered handal yang sudah banyak membidani banyak band-band Metal. Dan hasilnya jauh melebihi ekspetasi saya dengan lagu ini… sangat bagus sekali, sepertinya Oteng sudah tahu dan harus dibagaimanakan lagu Restless ini… Terimakasih juga buat Oteng, Hasil Mixingnya keren banget.

Karena Restless masih belum punya modal lebih buat merilis Lagu ini menjadi sebuah rilisan Fisik, pengen sih keinginan saya buat merilisnya, tapi bagaimana lagi… Akhirnya Saya dan Shule merilis lagu ini secara Digital, digitalnyapun Gratisan…. Ya sudah… Akhirnya Lagu itu di Rilis, yang menurut saya sebenarnya sayang kalau hanya di Rilis secara gratisan dan tanpa ada lunching perilisan, cuman karena kondisi Restless saat itu sedang tidak memiliki apa-apa untuk melakukan semua ini. Tapi dengan seperti ini pun saya sudah senang, berarti Restless sudah Aktif lagi…. Tinggal mencari Female Vocal.

* * *

Responnya adalah Alhamdulillah Lagu ini bisa diterima oleh para penikmat musik Restless. Barbagai respon positif kami terima. Dan mulai merubah image Restless menjadi band Religi, walau pun Kami tidak seperti itu… Restless adalah Restless.

 

Sang Pemberi Cahaya

Akankah Cintaku dini berlabuh

Dalam garis gelap atau ruang yang terang

Berjuta Nista yang telah Kutulis

Melebur di Dinding Gelap hatiku

 

Izinkanlah hatiku dalam Ridho-Mu

Walau ku Mahluk Hina dihadapan-Mu

Setelah lama Tersesat nafsu Jiwa

Ku Ingin Bersujud di Atas Asma-Mu

 

Wahai Pemberi Cahaya Teguhkan Imanku

Lindungi Diri ini dari Gelapnya Dunia

Wahai Pemberi Cahaya Terangi Langkahku

Agar kudapat selalu Dalam Jalan-MU

 

Yaa Rabbi Terangi Bathinku…..

 

Words : Sulaeman

Musik : Eko Dewo, Sulaeman, Raga Dipa

Orchestra Arransement : Raga Dipa

 

Kredit:

Sulaeman : All Guitars

Eko Dewo : Bass, Keyboards

Raga Dipa : Violin Strings

Devita : Additional Vocal

Yeru Hendra Mahmeru : Additional Drums

Andri : Additional Keyboards

Studio: Exstand Studio

Engeenered : Andri dan Eko Dewo

Mixing dan Mastering : Toteng Forgotten

Label : Restless Official


Epilog:

Semua kejadian dalam Kisah ini adalah Apa yang dirasakan dan
dilakukan oleh saya pribadi... Semua melalui mata saya semua...
mencoba mengingat-ingat kejadian-kejadian yang pernah terjadi,
mungkin dalam penglihatan personil Restless yang lain saat itu,
akan berbeda lagi Ceritanya...
mohon maaf bila ada kata-kata yang salah atau menyinggung
perasaan teman-teman semua...
saya hanya mencoba berbagi pengalaman dan mungkin menjadi
"Warisan" untuk Anak dan Cucu saya.... 
Ini adalah sepenggal Kisah yang pernah nyata saya lakukan bersama 
saudara-saudara saya di Restless .... 
tertawa, sedih, suka dan duka ....
Sebagai  Sebuah Band yang menjadi keluarga...
dan ini adalah rangkaian saya dalam menulis biography Restless....
The Show Musst Go On .... StayGoth Salawasna.

Hormat saya 

Eko Dewo
a.k.a Gerilyawan Militia

#EDxGM


Medan 13 Okt 2020
10th Anniversary of "Sang Pemberi Cahaya"

Untuk Men-download ver. Pdf
Link: https://www.4shared.com/office/TN8iPppCiq/10th_Anniversary_Sang_Pemberi_.html


#SebuahBiographyTakPenting
#RestlessUnToldStories

Jumat, 24 April 2020

My Hero



by Eko'Dewo a.k.a Gerilyawan Militia

Sudah sejak lama saya pengen menulis sesuatu tentang orang-orang yang menjadi idola saya dalam bermusik, mungkin juga salah satunya adalah idola brader (saya akan memanggil pembaca blog saya dengan sebutan Brader) semua yg baca tulisan ini. Jaman sekarang disebutnya dengan roll mode, yang artinya ya itu tadi Idola, idola yg di maksud yaitu yang memberikan influence atau pengaruh saya dalam bermusik. Nah dalam bermusik ini saya garis besarkan lagi, bukan dari segi skill atau kualitasnya dalam bermain musik, tapi panutannya dalam mempertahankan keutuhan sebuah Band, karena kalau dilihat dari segi kacamata saya, mereka ini mampu buat berdiri sendiri atau solo karier, bahkkan salah satu idola saya ini pernah solo dan menurut saya sukses.
Dasar penulisan opini ini berdasarkan dari pengalaman pribadi, yang kalau di kait-kaitkan mungkin saja sama dengan apa yg idola saya kerjakan atau lakukan dalam mempertahankan sebuah band tadi. Dan terbukti sudah puluhan tahun mereka melakukannya. Begitu juga dengan saya, apa yang saya lakukan adalah demi keutuhan Band, yang saya bentuk. Memang mungkin juga seperti para idola saya lakukan, semuanya tergantung kasus nya sih...
Oke lah, idola saya ini, sebenarnya banyak tapi sudah saya kerucutkan menjadi 6 orang saja, ke enam orang ini menurut Saya sudah the best nya. Inilah mereka….

1.     Dave Mustaine
Dave Mustaine adalah bisa dikatakan sebagai Zero To Hero, dari seorang pemabuk berat sehingga di pecat secara tidak hormat oleh Metallica, masih untung bandnya itu Metallica, punya modal nama dia… dimasa kegelisahannya itu dia berambisi mengungguli Metallica dengan membentuk Megadeth, dari tahun 1983 sampai sekarang dia kibarkan terus, udah banyak personil ganti bisa dikatakan setiap dua album, ganti lagi, ada yang dipecat oleh dia atau mengundurkan diri, mungkin Dave ini seorang yang egois dan bertempramen keras, dari buku biography nya saya membaca, memang dari kecil sifatnya sangat keras, juga memiliki sabuk hitam karate, ditambah ketergantungannya terhadap Alkohol, terlihat dari Tiga Album Megadeth awal (Killing is …. , Peace Sales But …., dan So Far So Good So What) energy pemabuknya masih kental… sampai ganti personil 2 kali, yang bertahan cuman Dave Ellefson sang bass, yang setia sampai sekarang, walau sempat keluar juga karena berselisih paham dengan Dave…. Sampai Sekarang dia berumur 58 tahun masih kencang mengibarkan Megadeth, Saya melihat sebagai Fans Megadeth tentu saja, apa yang dilakukan oleh Dave Mustaine ini harus saya tiru juga, dia konsekuen dengan Apa yang dia kerjakan demi mencapai cita-citanya itu, walau harus berganti personil dia tetap keukeuh pada keyakinannya itu. Saya pun harus konsekuen dengan band saya terakhir ini Apapun yang terjadi saya harus memegang teguh keutuhan band ini. Kisah Dave Mustaine ini bisa Brader baca di Autobiography yang berjudul Mustaine: A Heavy Metal Memoir (Joe Layden – 2011).

2.     Ahmad Dhani
Ahmad Dhani adalah sosok yang paling Arogansi yang pernah saya lihat di permusikan Indonesia, tapi dari sisi lain Apa yang dia lakukan itu ada Benarnya juga, kalau kata orang memang sifat dia seperti itu, biar saja lah, yang saya lihat adalah kenapa dia bersifat seperti itu, itu sifat dasar Manusia, yang kebetulan lebih menonjol ada pada dia. Musisi yang sekarang terjun kedua Politik bahkan dia sekarang bilang bahwa music bukan passion nya lagi, music adalah hobby katanya. Tapi yang saya lihat adalah dia musisi idola saya sejak Album pertama Dewa 19 tahun 1992, saat itu masih SMA saya, saya merasakan ini Album yang keren dimana untuk tahun segituan di Indonesia ini sedang di gempur music Hard Rock sedikit ke melayu melayuan, seperti Ikang Fawzi, Nicki Astria, Ahmad Albar dan lain lain…. Atau music Festival Ala Log Zhelebour. Dewa 19 hadir dengan Napas Segar… Ahmad Dhani mulai terlihat Vocal ketika Ari Lasso hengkang dari dewa akhir tahun 2000-an, kemudian digantikan Once, dan meledak Album Paling Laris… Saat itulah Dhani Mulai Arogannya terlihat, Sebenarnya Dhani Arogan Sperti saya tulis di atas adalah Wajar, dia punya Skill, Punya kedudukan di Dewa, dia Arogan Karena Punya sesuatu yang dia banggakan sesuai dengan pencapaiannya. Saya melihat Kepemimpinan dari Ahmad Dhani, Sehingga Dewa bisa diatas Angin, yang tadinya mengidolakan Band di Indonesia sekarang dia menjadi Legenda Hidup karena ke konsekuensi nya dalam mempertahankan Dewa, band sebesar dewa sudah pasti di tempa berbagai persoalan dalam personil, keluar masuk personil terjadi, band di ambang Bubar, tapi tekad Ahmad Dhani bisa membangkitkan Dewa di pasca Ari lasso Hengkang. Pemilihan dia terhadap Once, Tyo Nugros… dan masuknya Yuke mengganti Erwin… semua dia putuskan…  tapi saya yakin keputusan itu pasti ada campur tangan juga dari Andra, sebagai personil yg tersisa dewa 19, walau persentase Dhani lebih.

3.    Bimbim Slank
Sudah Bukan Rahasia kalau Band ini pernah Hancur gara-gara Drugs, atau Narkoba, Narkoba Akut, Padahal Mereka saat itu sedang dalam Tahap menuju Sukses. Sebetulnya sejak Album Kedua mereka mulai menapaki kesuksesannya. Tapi  Setelah Album Minoritas, Nama besar mereka mulai bergoyang… imbasnya 3 orang pentolannya harus hengkang karena berselisih paham gara-gara Drugs tadi dan dinyatakan di pecat… Slank mulai merangkak dengan tinggal dua orang ini mencoba bertahan, merilis Album lagi sedih… dengan di bantu Reynold dan Ivanka, Nama Slank pun Naik kembali, sampai Akhirnya pada Album Tujuh, Penggemar mereka makin berjibun, Album Kebangkitan Slank Kembali dengan hadirnya Abdee dan Ridho pada posisi Gitar dan Ivanka di Bass… ini adalah Album dengan Penjualan Tertinggi dalam sejarah Slank…. Disini peran Bimbim sangatlah besar dalam kondisi Sakaw tersebut, harus mempertahankan Slank band yang sejak 1983. Walau pun mungkin menurut Bimbim, perkara pergantian personil Band itu Hal Biasa, Karena Memulai Punya Album pertama mereka sampai di Formasi ke13. Bayangkan sebanyak 13 kali mereka bertransformsi untuk eksis dan merilis Album Pertama. Memang Peran Bimbim tidaklah mudah, dia memang penjaga Rhytm sejati buat Bandnya. Agak beruntungnya bimbim yaitu, ketika mendapatkan Ridho, Abdee dan juga Ivanka…. Mereka sepakat untuk terus berada di Slang, mereka sadar akan jobdesk mereka dalam main band, minimal yaitu Follow the Leader, yaitu bimbim, dan yakin Bimbim tidak mungkin berpikir aneh-aneh. Untuk memajukan Bandnya ini. Slank pun berhasil sampai saat ini, dengan 33 Album yang dirilis, sebuah pencapaian yang paling mutahir untuk sebuah Bnad di Indonesia, yang mungkin hanya merilis Sampai 10 Album  dengan renta waktu tersebut… bahkan Dewa 19 saja dibubarkan pada tahun 2011.

4.    Dave Grohl
Yang ini adalah mantan Band Grunge Paling Berpengaruh sedunia “Nirvana”, yang sebelumnya pernah mengalami Depresi juga ketika Pentoln Nirvana Bunuh diri pada tahun 1994, tepatnya tanggal 5 bulan 4 tahun 1994. Dimana Band Nirvana ini sedang berada di Atas Puncak Kariernya. Seharusnya Brader semua harus nonton film Dokumenter  Back and Forth tentang Band nya Dave Grohl, Foo Fighters. Saya teringat pada tahun 1995, di sebuah took kaset paling besar di bandung saat itu, saya melihat ada kaset baru bertuliskan Foo Fighters, gambar pistol, seperti pistol Alien menurut saya, saya penasaran karena di kaset itu di tempel stiker  bertulisan Eks-Member Of Nirvana, Akhirnya saya beli, sampai dirumah saya dengarkan lagu Foo Fighters ini memang mirip dengan Nirvana, disitu cuman ada Dave Grohl, beserta personil baru, salah satunya saya lihat orang  yang sama dengan yang main saat Nirvana main di MTV Unplugged in New York. Pat Smear.  Seperti yang di paparkan oleh Dave Grohl Awalnya Foo Fighters ini adalah hanya untuk upaya Recoveri karena dia merasa tidak bisa apa-apa tanpa Kurt Cobain. Atau mungkin ada rasa kehilangan semangat karena kematian seseorang yang dekat diri kita, saya pernah mengalami seperti itu, Tahun 2000 saya merasa pengen berhenti main music, dipicu dengan meninggalnya sahabat saya sejak SMA, Baitus Salam (alm), jadi apa yang dirasakan sama Dave Grohl saat itu saya tau rasanya. Ok… kembali ke Dave Grohl,  Akhirnya dia Bisa membentuk Band Baru setelah Debut Album Foo Fighters ini…. Kalau misalnya sampai sekarang ada yang Bilang Foo Fighters adalah Dave Grohl, ya memang itu adanya, tapi saya melihat, proses pembentukan musiknya saat ini makin mengalami pergeseran dan itu secara tidak langsung ada campur tangan dari personil yang ada. Dan untuk personil ini Dave Grohl tidak mengharuskan personilnya harus berskill tinggi tapi cukup dengan mengimbangi personil yang lain dan Cinta dengan Musik Foo Fighters. Akhirnya 9 Album dapat Foo Fighters Rilis hinggs saat ini. Saya disini melihatnya adalah Sosok Dave Grohl mencoba keluar dari Bayang-bayang Kurt Cobain dan menjadi diri sendiri dengan nama Foo Fighters.

5.    Lars Ulrich
Semua tahu siapa Lars Ulrich, seorang Drummer legenda di sebuah band Yang menjadi Inspirasi semua band metal, mereka adalah Metallica, Lars Ulrich, tadinya saya hanya melihat dia cuman sebagai Drummer saja, walau saya tau hampir semua lagu Metallica dia ciptakan bareng james Hetfield, dia adalah pendiri, dan kalau nggak ada dia, nggak akan nada Metallica. Saya melihat pertama kali peran penting dia dalam Band, saat Metallica sedang menggarap album ST. Anger, Album yang menurut saya menjadi TurnPoint Metallica dalam kariernya. Yang kebetulan juga di buat Dokumentasi dalam sebuah film bernama Somekind Of Monster. Di film itulah saya bagaimana melihat peran Lars Ulrich dalam membangun kembali dan mempertahankan bandnya yang sedang dilanda perpecahan. Sampai dimana Band ini sudah membutuhkan seorang Psikiater untuk membantu mental psikis dari personil band Metallica. Lars Ulrich lah, Pemeran utamanya dalam Film ini.

6.    Max Cavalera
Untuk Max Cavalera, saya pernah membuat tulisannya khusus yang berjudul Soulfly = Max Cavalera, sebenarnya membahas tentang Soulfly nya saat itu baru merilis 5 Album Dark Ages, sampai sekarang Max dan Soulfly sudah merilis 11 Album, selain itu Max bersama sang Adik Igor cavalera melakukan Reuni, dan membentuk Cavalera Conspiracy, menghasilkan 4 Album, dan Project Supergrup Killer Be Killed, Tapi Max tetap Konsisten dengan Soulfly nya, Band yang dia bentuk setelah Keluar dari Sepultura, pada Tahun 1996. Band yang dia bentuk bersama Igor di Brazil, yang mana Sepultura lah yang mengangkat Namanya Ke kancah Metal Dunia, bahkan telah menjadi Legend. Dengan Soulfly ini lah saya melihat bagaimana Max keluar dari Bayang baying Sepultura, walau secara music tidak merubah musiknya ketika masih di Sepultura. Max Membangun nama Soulfly sampai sekarang, berganti-ganti personil tidak meluruhkan semangatnya. Dia sibuk dengan Cavalera Conspiracy, tapi tetap membuat Album dengan Soulfly.

Sudah Enam Orang yang saya Bahas di Opini saya kali ini… Enam Orang ini yang benar-benar menjadi pengaruh saya dalam bagaimana mempertahankan sebuah band, Memang sih bukan ke enam mereka ini saja, tapi Enam orang inilah yang saya kenal. Dua dari mereka Orang Indonesia, Tapi Merekalah yang memperlihatkan bagaimana membangun sebuah Band, walau Ahmad Dhani sudah tidak berkarya bersama Dewa 19 nya, nggak apa apa… dia tetap menjadi Role Mode bagi saya. Terutama dalam memutuskan sebuah keputusan dalam Band. Memang dalam genre Musik tidak sama dengan Musik yang sedang saat ini saya jalankan, tapi saya tidak melihat genre, tapi bagaimana ke enam orang ini membangun sebuah Managemen yang tepat guna untuk Band Mereka. Karena saya yakin sebuah band tidak akan berhasil tanpa Managemen yang membantu di belakangnya.
Ok …Brader, sampai bertemu lagi dengan tulisan tulisan saya selanjutnya….
(Eko Dewo )

Minggu, 29 Maret 2020

RED_Konspirasi

Red Konspirasi resmi berdiri pada 19 November 2019, memang masih baru untuk ukuran sebuah band, tapi para personil dari Red_Konspirasi ini bukanlah orang baru Dalam Bermusik, Band ini tercetus dari kesepakatan antara Rommy dan Eko Dewo untuk membentuk band baru, setelah beberapa tahun berteman, bahkan sebelumnya pernah berkolaborasi juga dalam sebuah band bergenre deathmetal, namun tidak berkelanjutan karena sesuatu hal. Setelah sekian lama akhirnya terbentuklah Kolaborasi yang epic di beri nama Red_Konspirasi.
Walau secara hitungan waktu, band ini baru terbentuk, tetapi cukup serius dalam penggarapan karyanya, mereka sepakat bermain di genre musik Grunge yang di balut dengan Stoner Rock. Yang menjadikkan hasil lagu yang bisa di pertanggungJawabkan hasilnya. Dengan Formasi Duo ini mampu menghasilkan lagu sebanyak 4 buah, yang sebenarnya sebelum terbentuk duo ini ada beberapa lagu yg sudah eko dewo garap sendiri. Dengan modal 4 buah lagu tersebut keduanya Sepakat untuk menghasilkan sebuah mini album atau kerap di sebut EP.
Sampai tepat pada pergantian Tahun 2019 ke 2020, tgl 31 desember 2019, resmi di rilis Single pertama berjudul Amarah di Youtube Chanell Official Red Konspirasi berbentuk Video Lirik, garapan Weebie dari BringTheNoize movement juga gitaris I Wish I Die. Setelah Resmi Rilis Responnya pun lumayan membuat orang-orang yang dekat dengan kami memberikan review positifnya.
Berjalannya waktu, untuk memenuhi kebutuhan band, eko dewo merasa band ini memerlukan seorang gitaris, yang bisa melengkapi band ini bila perform. Dan dengan beberapa syarat dan ketentuan berlaku akhirnya secara resmi Dede Trisna bergabung dengan tanpa di ajak, hanya karena Dede merasakan sesuatu dari Lagu-lagu yang di perdengarkan oleh eko dewo kepadanya... Akhirnya band ini lengkap, ada Rommy pada Drum, Eko Dewo main Bass Sekaligus Vocalis dan terakhir Dede Trisna sebagai Gitaris.
Dengan Formasi lengkap ini, membuahkan lagi sebuah Lagu untuk menambah genap Mini Album yg tengah digarap. Dengan Hadirnya Dede, juga membantu proses Mixing dan Mastering lagu-lagu Red Konspirasi, yang sebelumnya di kerjakan oleh Eko Dewo.
Namun di saat proses pembuatan EP ini, Red Konspirasi harus mengalami sebuah proses yang sebetulnya menjadi Hal yang lumrah dalam sebuah band, yaitu pergantian personil, dimana Rommy memutuskan untuk keluar dari band, di karenakan kondisi yang mengharuskan dia tidak bisa meneruskan band ini, dengan keluarnya Rommy, bagaimana pun Red Konspirasi harus mencari penggantinya Karena keutuhan personil dalam sebuah band harus tetap terjaga. Kemudian dari pertemanan Dede akhirnya, Ari menjadi Drummer tetap Red Konspirasi. Setelah Formasi kembali Lengkap, mereka pun kembali melanjutkan proses pembuatan Mini Album. Dan siap-siap merilis single kedua yang diberinama "Menuju Terang".
Single Menuju Terang ini akan di luncurkan pada tanggal 5 April 2020 bertepatan dengan hari kematian Kurt Cobain, walaupun tidak ada keterikatan antara keduanya Single dan hari kematian tersebut. Single kedua Ini juga akan beredar secara Streaming melalui Flatform-Flatform Digital seperti spotify, joox, itunes, dan lain-lain. 
Selain penggarapan pengerjaan Mini Album ini, Red Konspirasi pun turut Berpartisipasi di kompilasi Grunge Se-pulau Sumatera yang bertajuk "Serikat Grunge SeSumatera", dan juga kompilasi yang di bidani oleh PAPPRI dpc Medan, yang bergabung dengan musisi dan band dari kota Medan. Selain itu Red Konspirasi sedang tahap negoisasi dengan beberapa label untuk Album Mini ini, menurut eko dewo, "Kita akan lihat Label mana yang serius menggarap Album Red Konspirasi ini, karena sebenarnya kalau hanya untuk merilis Album ini, sebenarnya akan dilakukan sistem Self Production, cuman kalau ada Label yg Serius kenapa tidak, Intinya apa yg diperlukan oleh Band ini Bisa terpenuhi". Jadi kita tunggu apa lagi gebrakkan apa yg akan dilakukan oleh Red Konspirasi. Untuk kabar terbaru dan informasi lainnya mengenai Red Konspirasi bisa pantau di chanell Youtube dan Instagram, follow @red_konspirasi.

Pernah di Cetak di Harian Umum "WASPADA" - Kamis 15 April 2020

Senin, 31 Desember 2018

METAL MEDAN GET THE RING


by Eko'Dewo a.k.a Gerilyawan Militia

#MetalMedan
#Scene_Review_Report

Metal Medan adalah sebuah komunitas yang dimana dikhususkan untuk para musisi band bergenre metal di kota Medan, tetapi sebenarnya tidak juga, ada juga koq band bergenre Hardcore yang ikutan gabung, bahkan bukan hanya yang punya band tetapi yang nggak punya Band pun bisa bergabung bersama Metal Medan, dengan kata lain Metal Medan adalah sebuah komunitas Pertemanan … itu saja. Cuman Metal Medan mempunyai Misi dan Visi sama di kota Medan yaitu memajukan Musik Metal di Medan. Secara Jelasnya sih Metal Medan untuk Metal Medan…. Hahahahaha… masih nggak ngerti ??? ntar juga Lo Paham…. Seperti iklan apa gitu ya… (pura-pura nggak tau ah….).
Pada Tanggal 16 desember 2018, adalah moment yang sangat baik menurut saya, dimana Komunitas ini akhirnya menggeliat lagi setelah beberapa lama agak terdiam, menunggu tepukan di punggung, “mau di Apakan Metal Medan ini?”….. Awalnya saya mendapat pesan di Grup WA Band BOG saya pada tanggal 11 Desember dimana ada Undangan dari Metal Medan Pada Tanggal 16 Des 2018, di kediaman Dicky Muntah Kawat… ( terimakasih Pak Dicky.… )  dan saya pun merasa ini moment yang tepat. Yang menurut saya pribadi perkembangan musik di medan merasa stak terutama musik metal, sebenarnya sih nggak stak stak amat…. Om Dicky ini dengan Metal Medan nya selalu membuat acara yang bernama Seek N destroy, malahan sampai beberapa seri acara tersebut.
Saya datang ke kediaman Dicky sekitar jam 3-an memang acaranya “seharusnya” mulai jam segitu, disana baru ada Faisal Retorica dan Muh. Fusen (gitaris banditos dan Emosi Bangsa)… kemudian sekitar jam 4-an Wak Zaldi dan Mr. Rakyat Jelata datang… kami pun ngobrol ngalor ngidul ditemani tuan rumah dan beberapa cangkir kopi hitam…. Kemudian kami makan…. Sampai setengah 6 belum ada tanda-tanda yang datang lagi… ini-lah keluh kesah kami mengenai jam ngaret yang terlalu “Biasa” di Medan ini…. Akhirnya jam 6 mulai berdatangan teman-teman semua, sekitar perwakilan dari 30 band yang di undang oleh Metal Medan….
Sehabis Maghrib acara akhirnya baru di mulai… ini Adalah Acara “Family Gathering Metal Medan”, dimulai dengan pengabsenan dari 30 band yang hadir, siapa aja yang datangnya, dan seperti perkenalan lainnya, terus terang nggak semuanya saya hapal… hahahahaha…. Yang ingat adalah yang sering ngobrol aja sama saya….. kemudian acara diteruskan dengan sesi debat-debat masalah yang ada di komunitas. Banyak sekali masalah yang timbul, masalah genre, sampai masalah yang muda pengen di lihat sama senior, yang senior nanggapinya “buat apa pengen dilihat senior??” padahal dulunya pasti punya perasaan gitu juga para senior ini… hahahahaha masalah klise, saya terus terang nggak banyak bicara malahan nggak bicara sedikitpun menanggapi masalah ini…. Karena, maaf saja saya intinya bukan warga kota ini, mau nganggap saya warga kota ini pun percuma... menurut saya, karena masih yang banyak menganggap bahwa saya  adalah warga kota sebelah… hahahahahaha…. jadi biarkan lah saya begitu... jadi pengamat saja....hihihihihi
Sebenarnya saya pengen berbicara mengenai “Ekosistem musik” di kota Medan ini, cuman bukan saya yang semestinya bicara, soalnya nanti dianggap sok Tau… jadi ya biar lah nanti kalau ada kesempatan.
Intinya yaitu semua berpulang kembali ke diri kita sendiri, kalau kita yakin dengan apa yang kita perjuangkan, mudah-mudahan semua itu akan membuahkan hasil yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Mudah-mudahan komunitas (kalau dulu kami menyebutnya “scene”) Metal Medan yang  sudah bagus membuat acara Gethering seperti ini…  Kita sebagai Band Metal yang ada di medan bisa saling silahturahim dan saling kerja sama, nggak sendiri-sendiri.
Maju terus Metal Medan …..     

Renjana terhadap GMR


Oleh Eko’Dewo

#Catatan_Hidup
#Sebuah­_Autobiography_TakPenting


GMR atau disebut juga dengan Generasi  Muda Radio, gelombangnya 104.4 FM. Awalnya bernama Young Generation atau Radio Yong JI (dulu gitu mengejahnya). Salah satu Radio yang mengiringi perjalanan hidup saya dalam ber musik. Kenapa saya membahas GMR karena Radio ini pernah menjadi bagian dalam Hidup saya dari tahun 2001 sampai Radio Ini tutup Kuping di tahun 2003. Tiga tahun itu adalah Tahun yang mengubah pandangan saya terhadap musik dan lebih lebih terbuka dengan apa pun itu yang mengenai musik. Saya diterima sebagai Penyiar di GMR adalah Anugrah Terbesar dalam hidup saya. Banyak sekali pembelajaran yang saya terima dari GMR, terutama dari setiap Individu yang ada di sana. Boleh dikatakan saya mengenal beberapa Grup music di Dunia ini berawal dari GMR.
Sekitar tahun 1991, saat itu saya masih SMP, hiburan saya adalah Tape Player dan Radio, kalau Tape Player saya bisaanya memakainya untuk memutar kaset kepunyaan  papa saya yaitu lagu-lagu koes plus/koes bersaudara …. Atau saya putar kaset GodBless album semut Hitam, hadiah Ultah dari Mama. Saya suka banget album Godbless Semut Hitam…. Radio, bisaanya kami sekeluarga mendengarkan Sandiwara-sandiwara radio, seperti Si Rawing (dongeng Sunda), Saur Sepuh, Misteri Gunung Merapi dan Babad Tanah Leluhur. Suatu hari saya terkena sakit cacar air, jadi beberapa hari saya nggak masuk sekolah, untuk menghibur diri sendiri, karena nggak boleh pergi main (namanya sakit… keukeuekeu), selain baca komik dan novel-novel petualangan, saya mengengarkan radio, teringat saat itu sekitar jam 9-an pagi, saya putar-putar gelombang mencari radio yang memutarkan lagu, lalu terdengar lagu “kehidupan” track pertama dari album Godbless, “weihh koq ada yang mutar lagu Godbless di radio” pikir saya dalam hati Gembira banget dengar pertama kali lagu itu di Radio. karena lagu yang di putar di Radio saat itu cuman ada lagu Pop dan lagu Sunda. Saya tunggu sampai lagunya selesai kemudian terdengar lagu miliknya Kaisar “kerangka Langit” dan akhirnya saya tau, Radio ini bernama GMR, dan gelombangnya saya tandai dengan Spidol permanent,  biar gampang nyarinya lagi, kalau Radionya ada yang pakai, maklum satu Radio dipakai buat satu keluarga.
Kemudian hari demi hari saya selalu mendengarkan GMR, dan sangat senang bila saya sedang ngumpul dengan kawan-kawan, terus ngebahas Radio, pasti Radio GMR lah yang saya bahas bersama kawan-kawan, mulai dengan acaranya, yang sik-sik itu, itu acara kalau di piker adalah sebuah acara Absurd, yang keren banget, saat itu saya hanya bisa mendengarkan acara itu tanpa bisa ikutan berpartisipasi, karena saya nggak punya telepon rumah dan nggak mungkiin bawa radio yang gede gitu ke tempat telepon umum, tau sendiri kan jaman itu seperti apa…. Tapi mendengarkan acara itu membuat hati saya gembira, campur Geram… kenapa… ya begitulah… hahahahaha …. Tidak akan saya perjelas lah ya….
Sebagai Fans, Banyak Penyiar Radio GMR yang saya suka, Ada Samuel Marudut yang bisaa di panggil Bang Udut, Bang Oet, Bang Tata, Mbak Arin, Bang Micko Gaint, Bang Yan Carel, Mbak Nata, Bang Richard Mutter, Bang Mega, Teh Tita, Teh Oppie, Teh sarah, Bang bey plano, mbak Muti, teh Isma, Bang Ridwan Hutagalung, Mas Andi, kang Hardi, dan beberapa lagi yang saya lupa…. Kalau seangkatan ada Guntur, Ogie dan terakhir Marcel dan Wikeu.
Untuk the Rest Cerita nya GMR tentu semua udah pada tau kan….
Cerita begini….
Saat itu saya terkena sakit tipes yang lumayan harus banyak istirahat alias bedrest… dalam masa penyembuhan itu, di kamar saya selalu ditemani dengan mendengarkan radio, ya tentu saja di gelombang yang sama, GMR…. Seharian penuh saya mendengarkan Radio, saya perhatikan hanya di acara tertentu saja, yang ada penyiarnya, pagi-pagi dan sore hari itu pub kadang-kadang bisa seharian tidak ada penyiarnya, kemudian saya mendengar ada pengumuman kalau GMR mencari posisi penyiar, dalam hati saya berpikir, apakah saya harus melamar jadi penyiar, pengalaman apa pun nggak ada…. Tapi akhirnya saya putuskan buat melamar untuk jadi penyiar di Radio kesayangan saya itu (kayak lagu gomloh ya… hehehehehe). Ketika kondisi badan mulai membaik saya memutuskan buat lamaran buat ke GMR. Saya pun untuk kedua kalinya datang ke GMR, pertama waktu beli tiket konser, kedua ya saat itu pas melamar. Hampir seminggu akhirnya saya dapat panggilan dari GMR, walau cuma panggilan tidak bisa dipungkiri saya senangnya minta ampun. Ketika ada telephone panggilan dari GMR saya sedang diluar seingat saya waktu itu saya sedang kuliah kerja nyata di daerah lembang, karena terpotong sakit, saya harus mengejar pengambilan data di perusahaan tersebut. Dan saya telephone balik ke GMR untuk memastikan, saat itu yang menerima adalah bang Kupra.
Di hari yang di tentukan saya datang ke GMR buat melakukan Interview, ternyata yang di panggil untuk interview banyak banget, katanya sih hampir 100 orang, di interview dalam beberapa hari…. Dan juga banyak yang datang, mereka sudah mempunyai pengalaman di radio. Dalam interview itu di bagi dalam 4 sesi, yaitu, 1. Umum, 2.Speak/spread, 3. Wawasan Musik dan 4.Psikiotest. saya melewati semua interview tersebut. Yang paling berkesan adalah ketika test speak/spread, saya di test pura-pura siaran, dan suara saya direkam, saya akui suara saya tidak bagus dan tidak jelek, pengalaman saya sebagai pemain band dan pernah jadi vocalis, menjadi andalan saya…. Test wawasan music, disitu saya berkesan banget…. Ketika Bang Ridwan Hutagalung menginterview saya….
Dia Tanya “kamu suka music Rock?”
“iya Suka sekali” jawab saya pede.
“Apa yang dimaksud dengan Musik Rock?”
Saya terdiam…. Baru inget, selama ini saya suka music Rock terutama, tapi ternyata nggak tau apa arti dari Definisinya.  Kemudian…. Saya jawab “Musik Rock itu karakteristik musiknya keras membuat orang menjadi semangat, menggunakan alat konvesional, seperti: Gitar, Bass, Drum dan Keysboard, juga Bla…bla…bla…bla….” Saya nggak tau pastinya seperti apa yang di maksud musik Rock itu…. Dan saya ditanya mengenai pengetahuan umum…..
“kamu suka baca Koran?”
“Iya “ jawab saya….
“apa berita hari ini…”
“berita tertabraknya gedung wtc di amerika oleh pesawat terbang”, Saya baru ingat saya di interview pas kejadian 911 atau serangan 11 september pada tahun 2001 di Amerika.
Akhirnya saya selesai interview 4 babak di GMR. Tinggal menunggu hasil….
Hampir satu minggu saya menunggu hasil, bisaanya kalau saya melamar kerjaan terus belum ada panggilan saya cuek-cuek saja tapi ini lain saya koq merasa dek dek-an menunggu panggilan dari GMR…. Karena bosan, sambil ngabrang-brangkeun hate saya pun jalan main main ke studio pisces di ujungberung. Bisaa ngumpul bareng teman-teman Ujungberung Rebel/Homeless Crew, kemudian saya pulang kerumah…. Dan saya pun dapat kabar di panggil oleh pihak GMR, saya telephone balik ke GMR, lagi-lagi bang Kupra yang nerima, katanya “pokoknya datang aja besok ke GMR ya…”.
Sesampai di GMR pada hari yang dijanjikan, saya datang ke GMR jam 10-an, disana sudah ada Guntur, Yosep, Ogie, Hadi dan Marcel. Ternyata dari kesekian orang itu, hanya 6 orang yang di panggil termasuk saya. Dari ke 6 orang ini akan mengikuti pelatihan selama 3 minggu, dan kemudian akan diambil sebagai penyiar tetap sebanyak 3 orang, berarti saya harus bersaing melawan 5 orang tersebut.
Setelah seminggu berjalan, kami yang training sudah bisa memprediksi siapa saja yang bakal jadi penyiar di GMR, dan posisi itu yang pertama sudah pasti adalah Guntur, karena bagaimana pun yang Guntur adalah termasuk orang lama di GMR disbanding kami. Jadi kesempatan untuk jadi penyiar tinggal dua orang. Saya, yosep dan marcel dalam perbincangan setelah training, saling meriview masing-masing dan lawan-lawan kita. Hadi adalah orang lama di Radio, sebelumnya dia adalah penyiar di Radio Raka, yang jadi kelemahan dia adalah terlalu menyepelekan kami dan kacau diurusan waktu atau jadwal, terkadang dia nggak datang buat training. Ogie dalam kualitas suara nomor satu, kelemahan dia adalah pengetahuan musiknya agak kurang. Jadi diantar kami bertiga lah yang benar-benar berkompetisi, sebenarnya kalau dianggap kalah kami sudah kalah, jatahnya cuman tiga jadi ya sudah Habis… cuman kami bertiga menganggap bahwa ini pembelajaran. Memasuki menuju minggu ke dua, Hadi sudah jarang Datang, alasannya kerja, dia minta reschedule, jadi saya, yosep dan marcel, semangat lagi, karena ada harapan…. Hahahahaha…
Selama training, semua yang diajarkan saya pelajari semaksimal mungkin, Radio GMR adalah Radio yang Sedikit tertinggal ke-Update-tan peralatannya, saat radio lain sudah ke system Digital, GMR masih menggunakan peralatan analog… hehehhe… masih menggunakan tape dan CD player, kadang-kadang kami memakai PH Player. System operasionalnya sendiri di jalankan oleh penyiarnya, dari mulai mengatur mixer sampai putar kaset kita di ajarkan cara memutar kaset yang begitu play langsung On. Kalau CD atau PH agak gampang apalagi CD. Saya di latih juga untuk menghapal lagu-lagu dari grup atau solo dan ada di album yang mana, kenapa begitu, kalau ada request dari pendengar kita diwajibkan mencari sendiri kaset nya, dengan cepat. Yang paling saya pelajari adalah cara betulnya jadi penyiar yaitu cara berbicara sebagai penyiar, khususnya penyiar GMR, saya akui suara saya tidak bagus untuk jadi penyiar, cuman saya punya suara yang khas, begitu kata si Marcel… hahahaha… bisa ngebohongnya tuh anak… hahahahaha. Makanya saya kadang melebihi jam training saya untuk belajar khusus cara jadi penyiar ini, terkadang sampai sore saya di GMR untuk terus belajar, sambil ngobrol bareng para senior yang ada di GMR, mencari trik trik khusus buat jadi penyiar GMR.
Tiba di waktu memasuki dua minggu setengah, tiba-tiba ada pengumuman bahwa training di hentikan, dianggap sudah cukup, dan kami sudah bisa pulang dan nunggu pengumuman selanjutnya. Katanya paling lambat seminggu baru ada pengumuman nya.
Akhirnya saya dapat panggilan….. “saya Jadi Penyiar GMR saudara-saudara”, sebuah pencapaian yang tidak semua orang bisa bergabung di GMR, sebuah Radio legendaris, sampai sekarang pun masih banyak orang yang menyayangi kenapa GMR sampai Tutup. Pokoknya sejak itu kalau nggak salah terhitung bulan oktober 2001 saya tercatat dalam sejarah GMR sebagai penyiar.
Sebenarnya memang disayangkan GMR harus tutup, sebelum ada rencana mau di ambil alih oleh Femina Grup, kami pasukan yang tersisa mencoba bernegosiasi kepada Kak Ida selaku Direktur GMR, Kaki da adalah panggilan dari Ibu almarhum Bang Udud, itu bisaa kami memanggil Almarhum. Tapi apa daya karena kami tidak tau lagi harus bagaimana lagi, untuk mencari insvestor buat GMR adalah Sangat tidak memungkinkan, Kondisi GMR pun sebenarnya sudah tidak layak buat jadi Radio yang bisa mendatangkan inves. Terutama adalah pemancar kami, sejak roboh di tahun 1999, tower pemancar di buat tidak terlalu tinggi, dan kalau hujan datang dengan petir yang dashyat, pasti dimatikan. Maka nya jarang sekali Iklan yang masuk ke GMR, dan Pendengar mana tau urusan seperti itu. Sedangkat inkam yang paling besar adalah dari Iklan. Banyak pendengar yang mengatakan enak dengar GMR karena nggak banyak iklannya… terus lagunya nggak pernah di potong… hahahahaha itulah kelebihan GMR.
Tahun 2003, adalah Akhir dari Radio kebanggaan para Rocker di Bandung. Tapi namanya tetap ADA dan menjadi Legenda Di Bandung. Dan saya bangga menjadi bagiannya tersebut. Sebenarnya sekitar enam bulan sebelum GMR akan di Over alih oleh oleh Femina Grup. Kami semua yang tersisa di GMR, mencoba mempertahankan semua ini, tapi Apa daya kami hanyalah pegawai bisaa dan tidak memiliki Power terutama uang yang bisa mengambil alih GMR, Kami mengadakan Negosiasi dengan Kak Ida, selaku Direktur GMR, awalnya Kak Ida berjanji bahwa kami tidak akan di berhentikan, alasan utama GMR di jual adalah supaya Radio ini menjadi lebih baik dan kita juga akan lebih baik juga. dengan berbagai Alasan, yang intinya menemui titik buntu, tetap Alasan Utama adalah GMR Bangkrut, tidak menghasilkan secara Bisnis. Kami The Last GMR Crew, berusaha mencari Investor supaya bisa mengambil Alih GMR, tapi itu bukan perkara yang Gampang, Ada sih Beberapa Orang yang Datang melihat-lihat kondisi GMR, memang secara bisnis berat untuk menjadi peluang bisnis yang menguntungkan…. Akhir Kata Kami terpaksa Melepas begitu saja dengan Hati Kecewa, awalnya kami katanya akan dipertahankan di GMR ini walau ganti Kepemilikan dan berganti Format, tadinya untuk format kami berpikir bisa “bermain” nantinya. Namun kenyataannya adalah kami semua di Cut kecuali bang yayan, dengan alasan Radio Perlu Operator. ….. Sejak itu kami pulang kerumah masing-masing dengan berbagai Cerita menurut versi masing-masing di kepala kami. Dan itu lah Akhir dari GMR.

Sabtu, 08 Desember 2018

#Gothic_History (Part 5 - Part 7.5)


By Eko'Dewo

Tulisan Sambungan Dari Tulisan saya mengenai Musik Gothic .... 


#Gothic_History
Sebuah Catatan Part 5
Dari beberapa artikel dan sumber-sumber tulisan yang saya baca dan pelajari... Semuanya menuliskan bahwa kata Gothic berasal dari nama suku, yaitu Visigoth yang merupakan kakek moyang dari bangsa Jerman, yang terkenal bar-bar yang pemberani, setia, dan pemangsa yang kejam bila kehidupannya di usik, yg mengusiknya akan di habisi tanpa sisa, yg menjadi pengaruh dalam gothic adalah budaya nya. Yaitu budaya yang terkesan cukup gelap atau hollow dan gloomy, sesuai dengan kepercayaan mereka. Karya dari budayanya melekat pada seni arsitektur saat itu, musik dan syair. Juga fashion yg terus berkembang, kebudayaan mereka menginspirasi bangsa Romawi, terbawa karena peperangan yg terjadi. Kemudian kebudayaannya juga masuk ke spanyol dan andalusia. Menyebar sampai hampir seluruh Eropa ... Dan yang paling kentara sampai saat ini adalah Fashion nya .... Dan itu lah yg di serap oleh negara kita.
Secara Fashion bisa di katakan mulai menyebar atau menjadi trend pada tahun 1980 di Inggris tepatnya, perkembangan dari musik gothic rock, dengan salah satu band yg terkenal di Indonesia yaitu The Cure, sang frontman Robert Smith memperkenalkan gaya berpakaian yang bisa disebut fashion gothic, secara karakteristik adalah memakai pakaian bewarna hitam-hitam, paling di kombinasikan dengan Warna putih, biasanya menggunakan jaket berbahan kulit juga celana kulit ketat, ada sedikit hiasan spike tapi tidak banyak... Sepatu boot kulit tinggi ... Yang paling menonjol adalah riasan atau make up pada wajah, kaum wanitanya memakai make up yg serba hitam atau gelap, lelaki pun kadang menggunakan rias wajah cuman maskara atau menggunakan lipstik hitam... Kulit wajah di buat seperti pucat namun tidak berlebihan... Secara harpiah fashion nya hampir mirip dengan musisi Black Metal.
Untuk karakteristik musik sudah saya paparkan di part 1 dan part 2, yang paling menonjol karakteristik musik black metal nya pada band-band gothic metal di Indonesia pada umumnya, lengkap dengan scream dan sound keyboards yang menambah suasana berbau Horror. Liriknya pun mengenai fantasi-fantasi kegelapan atau bertema putus harapan. Hal yang wajar, karena mungkin sebagianbdari kita-kita mempelajari dari root-nya kaum visigoth itu dimana kepercayaannya bersifat voodoo... Atau mistis ... Atau karena band gothic metal di Indonesia asalnya membawakan musik Blackmetal... Wajar (juga) ... Apa lagi pengaruh dari band Cradle of Filth dengan di rilisnya album Nymphetamine pada tahun 2004 dengan single yg sama dengan nama albumnya unsur musik gothic nya lebih kental apalagi di lagu itu menampilkan eks-vocalis Theater Of Tragedy, Liv Kristine... Menambah seperti band Gothic pada umumnya. ... Sama seperti saya dulu seperti itu juga, sempat dibeberapa gigs saya menggunakan masker pada wajah saya (begitu biasa kami menyebutnya : "Masker") cuman tidak seperti corpsepaint seperti band blackmetal ... Kemudian berubah lagi stylenya... Bahkan di setiap gigs nya selalu mencoba menampilkan yg berbeda, cuman berpikir ingin beda saja, yg saya pikirkan biar penonton tidak bosan melihat kita, dan biar mudah di ingat bahwa ada yg beda disitu.... Hehehehe terkadang saya ketawa sendiri mengenang masa-masa dulu saya... Itu semua proses, tergantung pada diri kita sendiri, mau seperti apa style kita... Terua atau berubah ...
Jadi intinya sebagian besar band gothic metal yang ada di Indonesia hanyalah sebuah Fashion dan Follower .... Setuju nggak setuju itulah adanya. (Bersambung)



#Gothic_History
Sebuah Catatan Part 6
Pada kesempatan ini, saya mau bercerita sedikit mengenai perjuangan sebuah Band yg lahir dari pertemanan dan beberapa kali vakum, karena kesibukan personilnya.... Saya pertama kali tau ada band ini ketika sering nongkrong di distro Gudang Bawah Tanah di gedung yg sudah di hancurkan yaitu Palaguna Nusantara ... Saat itu saya mendengarkan Albumnya di Tape Player nya Distro tersebut... Saya tertarik dengan musik mereka terutama suara Female Voice mereka, saya sempat mau menculik vocalisnya buat jadi vocalis di band saya waktu itu cuman nggak jadi, karena sepertinya personil band yg lain nya nggak terlalu terima kalau vocalisnya jadi penyanyi band lain walau waktu itu saya menawarkan buat additional saja... Tapi tetap saja nggak mau katanya... Waktu itu saya coba ngobrolnya sama Kang Ghatot, karena saya tau kalau band asal Cimahi pasti suka nongkrong di MetalHead-nya kang Ghatot... Itu lah pengalaman saya pertama kenalan sama band yang bernama Life After Death. Saya personilnya pasti lupa cerita yg satu itu, saya pun lupa siapa nama personil yg diajak sama Kang Ghatot waktu itu.
Life after death adalah sebuah Band Gothic Metal asal Bandung tepatnya dari kota Cimahi. lahir pada bulan januari 2000, pada awalnya band ini tercetus oleh Hendro dan Budy, mereka membawakan musik yang keras seperti Doom death metal, sampai akhirnya pada tahun 2001 atau tepatnya setahun kemudian mereka berubah konsep ke Gothic Metal dqn menambah Female vocal, cuman mereka belum dapat menemukan female vocal yang cocok untuk musik mereka. Akhirnya mereka mendapatkan seorang Vocalis Perempuan yang cocok dengan musik yang akan mereka inginkan yaitu musik Gothic. Dengan mendapatkan seorang bernama Nina ini Life After Death atau kita sebut L.A.D seperti menemukan cahaya baru, karena sesuai Karakter yg di Perlukan oleh L.A.D. itu terjadi pada tahun 2002.
Pada tahun 2004 L.A.D  merilis album pertama "Tears of Angel" dibawah Label Dark Banner Records Dengan hits kami "Eternal Human". Dengan personil, Nina "Cutex" Marlina sebagai Female Voc., Hendro "Noy's Gothic Barker" (Drum, Growls), Budy (Gitar), Tedi (Bass), dan Yantoz (Keyboard).
Sebagaimana kita tahu dalam perjalanan  membangun sebuah  Band selalu ada masalah yang membuat kita memutuskan untuk beristirahat di dunia musik.
Seperti yang pernah saya paparkan di Part 2, bahwa saya pernah membuat acara khusus band-band Gothic di Bandung, yaitu Gothika. Dan saya pernah menghubungi lagi Kang Ghatot, untuk mengajak band ini buat untuk main di acara Gothika.  Sayang nya band ini katanya tidak aktif lagi... Sayang sekali sih...
Pada tahun 2012 L.A.D dilahirkan kembali dengan barisan baru, yaitu: Nina cutex(Female Voc.), Hendro (Drum, Growls),  Ewink (Guitar), Yantoz (Keyboard), dan ada tambahan personil: Ayi (scream vocals) dan Denz (Gitar), dan penggantian pada pemain bass, ada Nana "Na'z Zap-road".
Dengan personil ini mereka berkarya kembali dan berhasil menghasilkan album ke 2, dengan tittle ''pengadilan tuhan '' di rilis menggunakan label records sendiri, video clip pertama pun rampung dengan lagu ''pusara''.
waktu pun berlalu, berbagai gigs di lewati sampai juga mereka terbentur dengan berbagai kesibukan  dan aktifitas masing masing , akhir nya mereka pun bersepakat untuk  beristirahat untuk beberapa waktu  kedepan ... Sampai tak terasa setelah 6 tahun berlalu  mereka berusaha menyatukan persepsi bersama lagi , di 2018 mereka membangun kembali band ini dengan formasi baru lagi, sebenarnya nggak baru-baru amat sih hanya Budy kembali lagi namun kini di posisi pemain bass dan ada tambahan pemain Violin yaitu Asep.
Dengan formasi ini mereka berhasil merampungkan single pertama yang berjudul "batas waktu " dan rencananyaakan di kemas insya allah kedalam album ke 3, nantinya, dengan kedewasaan dan semangat menolak menyerah untuk berkarya.
Proses berkarya mereka biasanya di awali dari konsep yg di buat oleh Hendro dan kemudian di bantu personil lainnya untuk penggarapan sampai selesai menjadi lagu.
Tema untuk lirik L.A.D di tiap albumnya mencoba menceritakan tema yang berbeda, pada Album ke pertama bertema tentang seseorang yg terpuruk dlm ke sedihan dan keputus asaan, dan di Album ke dua bertema tentang perjalanan hidup manusia dr dunia fana menuju kehidupan kekal (alam abadi). Sedangkan untuk album selanjutnya akan bertemakan Perjalanan Hijrah Seseorang. Bisa kita bayangkan tema mereka mencapai pendewasaan sesuai umur dari personil dan bandnya. Saya dengan yg sudah saya paparkan sebelumnya. Penulisan Lirik mereka ditulis langsung oleh Nina, di bantu oleh Hendro pada Album 1 dan oleh Nana pada Album 2. Jadi vocalis dapat dengan mudah meresapi apa yg akan di sampaikan dengan penuh penjiwaan. Kalau teman-teman mendengarkan lagu L.A.D sangat terasa penjiwaan dari setiap lagunya... Coba check and re-check...
Apa yang diinginkan semoga dengan Hadirnya L.A.D kembali menjadi media silaturahmi dan jalan mereka berdakwah melalui musik.... Amin.
Personil 2018 adalah Nina "Cutex" Marlina sebagai Female Voc., Hendro "Noy's Gothic Barker" (Drum, Growls), Deni (Gitar), Erwin (Gitar), Budy (Bass),Yantoz (Keyboard), dan Asep (Violin).
Untuk yg ingin lebih dekat atau mau booking dengan L.A.D, : Alamat - Jln Raya Cibeureum gg H Syamsudin rt02/04 no 20,  tlp Endro 085294048682 ...
Begitulah kisah singkat Life After Death mencoba terus bertahan sampai saat ini dan Berkarya, semua itu karena kecintaan terhadap musik gothic metal, semoga mereka terus bertahan sampai mereka merasa tidak sanggup lagi untuk berkarya... Saya berharap apa yg Life After Death lakukan bisa menjadi inspirasi buat band-band baru atau band yg masih ada sampai saat ini .... Sampai ketemu lagi di #Gothic_History selanjutnya.... (Bersambung)

#Gothic_History
Sebuah Catatan Part 7
Perkembangan musik bawah tanah di Indonesia, khusus nya di Bandung sebenarnya tidak lepas dari media, terutama media yg di sebut Fanzine, media Fanzine ini di Bandung sendiri bisa dikatakan menjadi Pionir dalam membantu Pergerakan perkembangan musik bawah tanah.
Revograms adalah bisa dikatakan Fanzine pertama di Bandung, bahkan di Indonesia, di terbitkan di Ujungberung pada tahun 1995, dengan editor bernama Dinan (Vocalis Sonic Torment). Melalui Revograms saya pribadi menjadi tau ada band-band DeathMetal di Ujungberung dan di Bandung, karena Fanzine ini membahas pergerakan musik bawah tanah atau dulu di sebut Undergrounds. Saya juga taunya ada Revograms atau saya baca pertama kali di rumah Tedi (Zalnabur) saat kita dulu masih satu band ...
Setelah Revograms, akhirnya di Ujungberung lahir bulletin UjungBerung Update, dan Fanzine lainnya, seperti Loud N' Freaks, NewNoise, Crypt to The Abbys, dan The Evening Sun. Walau pun tidak berumur panjang, seperti Fanzine di luar Negeri atau minimal seperti Fanzine Punk Sub Chaos (surabaya) bisa sampai edisi 12 (itu yg saya tau) ... Mungkin di karenakan kesibukan para editornya dalam berbagi waktu dengan Band mereka masing-masing.
Karena saya sedang membahas #Gothic_Historis jadi saya akan mengulas sedikit tentang Fanzine The Evening Sun, karena ini adalah Fanzine khusus tentang musik gothic/doom metal. The Evening Sun, di buat oleh Dani Pieces yg juga saat itu sebagai Drummer band Jasad dan juga Gitaris dan konseptor dari Band Restless, bersama Dadan Sulaeman biasa disebut Mang Ule.
Edisi pertama The Evening Sun  ini berisikan interview dengan Within Temptation dan Geboren, ada opini tentang Sejarah Gothic, dan ada quiz tentang seputaran musik gothic/doom. Fanzine ini juga di bantu oleh personil lainnya dari membantu Layout dan pemikiran yg lain lain. Namun sayang Fanzine ini pun gak bisa berlangsung lama, karena kesibukan Dani sendiri karena pada saat itu Dani sibuk dengan dua band yg berjalan berbarengan.
Adanya Fanzine The Evening Sun adalah supaya musik gothic bisa jalan dan hidup berdampingan dengan jenis musik bahaya lainnya saat itu. Itu adalah Cita-Cita Dani sebagai konseptor The Evening Sun. Saya pikir benar juga apa yg di cita-cita kan Dani. Saat itu musik gothic masih dibilang baru di Lingkungan Bandung sendiri... Bahkan belum banyak Band-band yg mengusung genre Gothic.
Saya pribadi sedang menyusuri apakah ada lagi fanzine yang seirama dengan The Evening Sun ... Saya meminta kerjasama dari teman-teman untuk berbagi info mengenai media-media yang berhubungan dengan Gothic. Dan juga informasi rilisan kaset/CD band Gothic Local Di Indonesia. Terimakasih... (Bersambung)

#Gothic_History
Sebuah Catatan Part 7.5
Pada kesempatan ini adalah curahatan saya mengenai hasil tulisan saya ini selama part 1 sampai part 7 .... Nggak ada yang istimewa sih semua bisa teman-teman baca lagi ya di update sebelum-sebelumnya. Sebenarnya banyak sekali yqng miss atau hilang dengan catatan-catatan sejarah musik gothic di Indonesia.... Susah-susah gampang buat mengumpulkan artefak-artefak yang ada (artefak yang ada adalah Hasil Rekaman dan Band-band  gothic yang pernah ada).... Hahahaha ... artefak? Seperti peninggalan sejarah saja ya...
Dan saya akui, dikarenakan saya pribadi sendiri yang dulu - nya tidak care atau peduli dengan perkembangan musik gothic itu sendiri, saya hanya bermain musik saja.... Cuman itu yg ada di benak saya saat itu. Jujur bersama Restless, saya bisa mencapai cita-cita yang dulu saya inginkan sejak mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang musisi .... Banyak hal yang saya dapat, seperti: waktu, tempat dan suasana yg saya habiskan bersama Restless, yg terkadang tidak saya sadari bahwa itu adalah sejarah dalam hidup saya. Saya bisa berinteraksi dengan berbagai kalangan semua saya jalankan dengan title di belakang nama saya "Restless". Bukan embel-embel title hasil akademis saya... Dan saya Bangga dengan semua itu, yg jadi sedikit penyesalannya saya afalah kurang mendokumentasikan semua kejadian-kejadian dulu hanya mengendap di memory otak saya. Memang penyesalan tidak datang di awal, dan saya sadari semua ini belum terlambat (mungkin), harus saya mulai untuk musik gothic ini minimal saya menulis untuk diri sendiri aja dan juga belum tentu ada yg peduli kalau bukan kita sendiri yg memulai.
Jadi teman-teman sebetulnya saya membutuhkan interaksi dari teman-teman juga mengenai #Gothic_History ini. Ini versi saya... Belum tentu dengan sejarah menurut teman-teman.... Kita sama-sama merekam jejak yg ada dari perjalanan musik gothic metal di Indonesia, minimal Dari lungkup yg kecil dulu saja yaitu perjalanan band kita saja, dari mengapa memilih dan kapan memulai perjalanan musik gothic dalam hidup kita semua. Saya tunggu ya... Terkadang kita tidak menyadari langkah kecil kita ini adalah cerita untuk anak cucu kita atau temn di sekitar kita, kita akan menyadari nya ketika tersadar bahwa perjalan ini sudah jauh djalani.... Ayo dokumentasikan musik gothic di sekitar kita ... Gunakan #Gothic_History dan #StayGoth .... Terimakasih (Bersambung)